Selasa 15 November 2022, 11:25 WIB

Warga Kampung Detuara di Sikka Biasa Makan Batu

Gabriel Langga | Nusantara
Warga Kampung Detuara di Sikka Biasa Makan Batu

MI/Gabriel Langga
Warga Kampung Detuara, Desa Nirakliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT biasa memakan batu, bukan karena kelaparan tapi kebiasaan.

 

DI ERA modern saat ini masih ada warga dalam keseharian doyan makan batu. Hal ini terjadi di Kampung Detuara, Desa Nirakliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Batu ini dijadikan sebagai ngemil oleh sebagian kampung Detuara setempat yang mulai dari anak-anak
hingga orang dewasa. Memang makan batu ini sudah menjadi tradisi atau kebiasaan warga setempat sejak dari nenek moyang

Dari pantauan mediaindonesia.com, Selasa (15/11), untuk bisa menyantap batu, warga  harus mencarinya di lubang-lubang yang ada di gua. Memang batu yang dikonsumsi tersebut adalah batu khusus bukan sembarang batu. Selanjut, batu-batu yang sudah dipilih diletakkan di ember. Kemudian, batu tersebut dicuci dengan air kali agar bisa mengeluarkan sisa-sisa tanah yang ada di batu tersebut. Selanjutnya, batu-batu tersebut langsung dibawa ke rumah dan dikonsumsi seperti layaknya makan nasi.

Salah satu warga Kampung Detuara, Dominikus Legong mengaku memakan batu ini sudah menjadi kebiasaan dan tradisi warga setempat sejak dari nenek moyang. Menurut dia, batu yang dimakan ini bukan batu sembarang, tapi ada batu khusus karena mencarinya juga di gua-gua atau di tebing-tebing. Batu yang biasa dimakan ini, dalam bahasa daerah disebut watu renggong.

"Jadi untuk mendapatkan batu tersebut kita cari di gua-gua. Cari juga harus pakai linggis agar batu itu bisa dicungkil. Jadi kalau kita sudah dapat batu itu, kita cuci dulu dengan air agar tanah-tanah yang ada di batu besi keluar. Kalau sudah bersih kita bisa langsung makan," papar dia.

Domi pun mengaku bahwa setelah batu ini dikunyah rasa pun manis. "Rasa batu ini sangat manis. Batu ini rasanya enak. Kami sudah biasa makan batu. Makan batu ini sejak nenek moyang. Jadi ini merupakan tradisi dan kebiasaan," papar dia.

Sementara itu, salah satu warga lagi, Janus yang juga merupakan ketua RT 03 setempat, mengaku bahwa kebiasaan makan batu ini sudah dari sejak nenek moyang. Untuk makan batu ini bukan dilakukan setiap harinya tapi hanya ada pada saat tertentu saja. "Jadi kalau ada warga yang pingin makan batu, pasti mereka pergi gali. Jadi mereka makan batu itu bukan karena lapar tapi kepingin dan sudah menjadi kebiasaan warga disini," pungkas dia (OL-13)

Baca Juga: Stroke Mulai Serang Pasien Usia Muda

Baca Juga

Ist

Penerbit Erlangga Kirim Bantuan untuk MCK Bagi Korban Gempa Cianjur

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 11:25 WIB
Penerbit Erlangga melalui Solidaritas Erlangga (SOGA) memberikan bantuan masing-masing 2 unit kamar mandi dan toilet portabel untuk di...
Dok MI

PLN Babel Tanam 1.600 Pohon untuk Mencegah Bencana

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Selasa 29 November 2022, 11:00 WIB
PT PLN Bangka Belitung melaksanakan penanaman 1.600 pohon serentak Bukit Mangkol Kabupaten Bangka...
Ist

Wira Cipta Perkasa Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Cianjur

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 10:43 WIB
Fokus bantuan yang disalurkan kepada korban bencana gempa Cianjur diarahkan ke daerah-daerah yang belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya