Sabtu 05 November 2022, 21:57 WIB

Pola Hidup Tidak Sehat Pemicu Penyakit Tidak Menular di Dairi

Apul Iskandar | Nusantara
Pola Hidup Tidak Sehat Pemicu Penyakit Tidak Menular di Dairi

dok.mi
Pola hidup sehat dengan rajin olahraga menghindari penyakit tidak menular,seperti stroke, diabetes

 

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi Sumatra Utara Henry Manik mengungkapkan penyebab utama kematian penyakit tidak menular (PTM) di Kabupaten Dairi adalah dikarenakan prevalensi PTM seperti hipertensi, stroke, diabetes dan penyakit jantung cukup tinggi.

"Prevalensi estimasi hipertensi sebesar 37,2% dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas, sementara untuk  prevalensi diabetes mellitus 1,3% dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas," kata Henry kepada Media Indonesia, Sabtu (5/11).

Dia merinci jumlah penderita hipertensi yang dilayani sesuai standar sebanyak 20.444 orang kemudian untuk jumlah penderita diabetes mellitus yang dilayani sesuai standar sebanyak 1.558 orang.

Adapun konstribusi yang paling besar terhadap peningkatan PTM, beber dia, dikarenakan transisi perilaku atau pola hidup tidak sehat seperti kurang bergerak mengakibatkan berat badan yang berlebih, mengkonsumsi serat yang rendah dan mengkonsumsi gula, garam, lemak yang berlebihan, merokok, alkohol dan tingkat stres.

"Hal itu terjadi karena perilaku hidup yang tidak sehat.Paling sederhana adalah tidak menyajikan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Oleh karena itu, peran kita yang hadir disini diharapkan akan mampu menyampaikan informasi tentang penyakit tidak menular ini kepada masyarakat. Mengubah perilaku masyarakat itu tidak mudah tentunya, namun harus kita lakukan secara perlahan," ujar Henry.

Dia menambahkan adapun langkah yang paling sederhana agar terhindar dari PTM melalui pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK. "Cek kesehatan secara berkala, hindari rokok dan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang  agar berat badan yang ideal dan mengelola stres," bebernya lagi.

Sementara itu, untuk menekan tingginya PTM, pihaknya melakukan pelayanan kesehatan melalui skrining deteksi dini berupa pengukuran tekanan darah, pengukuran gula darah, pengukuran berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut untuk mengetahui obesitas sentral.

"Melakukan edukasi pola hidup sehat dan kepatuhan minum obat untuk mendeteksi sebagai penyakit tidak menular, bila terdeteksi maka dilakukan rujukan untuk tindak lanjut farmakologi," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan agen perubahan merupakan sosok yang diharapkan bisa mempengaruhi masyarakat atau komunitas sekitar. Seperti halnya peran perempuan dalam hal ini bidang kesehatan sangat erat kaitannya dengan
keluarga.

"Umumnya perempuan lebih perhatian terhadap kesehatan. Menjadi agen perubahan diharapkan tidak hanya sekedar nama, karena diharapkan bisa menjadi penggerak, mensosialisasikan, mengedukasi masyarakat yang ada disekitar kita," ujar Romy. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Tiga Jenazah Ditemukan Terdampar di Pantai Lelendo Kupang

👤Palce Amalo 🕔Minggu 27 November 2022, 08:01 WIB
WARGA menemukan tiga jenazah terdampar di Pantai Tanjung Lelendo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu...
dok.ist

Berdayakan Perempuan Sulsel Srikandi Ganjar Sulsel Gelar Creative Competition

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 07:01 WIB
ANTUSIAS perempuan muda di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengikuti kegiatan Srikandi Creative Competition di Misi Depo Bangunan, Kabupaten...
DOK.MI

Gempa Dangkal Guncang Kabupaten Bombana Sultra

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 November 2022, 23:40 WIB
Gempa dangkal kedalaman 7 kilometer mengguncang wilayah Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana di Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/11) pukul...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya