Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat (Jabar) sejauh ini telah menangani 12 pasien gagal ginjal akut pada anak. Sembilan pasien sudah pulang sementara tiga pasien lainnya masih menjalani perawatan.
Kepala Divisi Nefrologi KSM Ilmu Kesehatan Anak (IKA) RSHS Bandung, Dany Hilmanto mengatakan bahwa, pasien anak dengan gagal ginjal akut diterima RSHS sejak Agustus 2022. "Kita menerima sejak Agustus dan total ada 12 pasien yang kita terima, yang berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan luar Bandung," kata Dany, Rabu (19/10).
Menurutnya, penanganan pasien anak dengan gangguan ginjal akut dapat dilakukan dengan baik. "Kini tinggal tiga pasien lagi dan Insya Allah satu lagi hari ini bisa pulang," ungkapnya.
Dany tak menampik bahwa gangguan gagal ginjal akut dialami oleh balita hingga anak-anak. Pasien gangguan ginjal akut tertua yang ditangani RSHS berusia 13 tahun. "Rata rata balita, mayoritas di bawah 5 tahun, yang paling tua itu umur 13 tahun," terangnya.
Dany menegaskan, sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya gangguan gagal ginjal akut pada anak ini. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak panik dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemui gejala gejala umum dari gangguan ginjal akut.
"Penyakit ini masih bersifat unknown origin atau belum diketahui penyebabnya. Jadi secara tata laksana sudah jelas, kalau ada gejala maka segera bawa ke puskesmas, tapi tetap jangan panik," imbaunya.
Penyakit gagal ginjal sendiri adalah ketika kondisi ginjal, sudah tidak mampu lagi untuk menyaring zat sisa dari darah. Jika ginjal tidak bisa menyaring dengan baik, maka dapat menyebabkan terjadinya penumpukan limbah dan zat kimia dalam tubuh.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesahatan Jabar, Nina Susana Dewi, mengatakan data temuan kasus penyakit gagal ginjal akut berasal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Yang menyatakan di Jabar sudah ditemukan pasien gagal ginjal akut di 10 daerah. Tapi khusus Jabar sendiri belum
mempunyai data.
"Pihak IDAI belum memberikan data pasti soal kabupaten maupun kota yang memiliki kasus penyakit gagal ginjal akut di Jabar. Ada di 10 kabupaten dan kota di Jabar, cuma saya belum bisa mendahului dan semuanya sudah berkoordinasi tiap kabupaten dan kota dengan IDAI,� terangnya." ungkap Nina.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan IDAI untuk mengawasi kasus gagal ginjal akut di Jabar. Selain pengawasaan dan pemetaan, Dinkes Jabar juga melakukan koordinasi terkait langkah langkah antisipatif terjadinya kasus penyakit gagal ginjal akut dan selama ini IDAI akan terus berusaha agar semua itu tertanggulangi.
"Hingga kini belum ada data pasti penyebab penyakit gagal ginjal akut dan pihak medis tengah berupaya untuk mengungkap penyebab penyakit yang masih misterius tersebut," terangnya. (OL-15)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved