Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT korban banjir di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kini sangat membutuhkan bantuan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan keluarga.
"Kami berharap warga korban mendapatkan bantuan bahan pokok untuk meringankan beban ekonomi keluarga," kata Isra, 55, Ketua Rt 02/Rw 04 Kampung Bayah 1 Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Senin (10/10).
Menurut dia, masyarakat saat ini sangat membutuhkan keperluan bahan pokok, karena persediaan beras dan lauk pauk yang ada terendam hingga hanyut.
Masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kampung Bayah 1 terjadi Minggu (9/10) pascagempa pukul 17.02 WIB sampai surut pukul 21.00 WIB.
Banjir di wilayahnya merendamkan sebanyak 32 unit rumah dengan ketinggian 1,5 meter, beruntung bencana alam itu tidak menimbulkan
korban jiwa.
"Kali ini banjir menerjang permukiman Kampung Bayah 1 itu," kata Isra.
Baca juga: Banjir dan Tanah Longsor di Kebumen, Warga Diminta Tetap Waspada
Kepala Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Usep mengatakan pihaknya sangat berharap bantuan bahan pokok bagi warga yang terdampak bencana banjir.
Saat ini, jumlah warga yang terdampak bencana banjir di wilayahnya tercatat 175 kepala keluarga.
"Kami sangat berharap adanya bantuan sembako, karena persediaan bahan pokok hanyut terendam banjir," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan pihaknya siap menyalurkan bahan pokok untuk dari korban bencana alam setelah dilakukan pendataan.
Saat ini, bencana banjir di lima kecamatan dipastikan membutuhkan logistik untuk kebutuhan makan dan pelayanan dasar lainya.
"Kami hari ini akan mendistribusikan bahan pokok terhadap warga yang terdampak banjir dan longsor," katanya. (Ant/OL-16)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terdampak banjir menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api (KA).
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyampaikan permohonan maaf pada pengguna atas gangguan perjalanan kereta wisata yang terdampak bencana banjir di jalur Pantura Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved