Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak warga Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia, dengan indikasi suspek difteri. Namun, Dinas Kesehatan setempat belum menentukan status kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengonfirmasikan kasus suspek difteri yang menyebabkan seorang anak warga Kecamatan Ciranjang meninggal dunia. Irvan menyebut kejadian itu berlangsung pekan lalu.
"Seorang anak berusia enam tahun dari Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang. Jadi, secara kronologis, alharhumah mengeluh panas kemudian nyeri saat menelan itu sejak Jumat (16/9)," terang Irvan kepada Media Indonesia, Minggu (25/9).
Keesokan hari, almarhumah sempat mendapat pengobatan dari petugas medis puskesmas setempat. Namun gejala yang dialami terus berlanjut.
"Pada Senin (19/9), keluarganya membawa ke dokter di sekitar Ciranjang dengan diagnosa suspek difteri. Lalu disarankan agar anak dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur," bebernya.
Namun pihak keluarga tidak melanjutkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur. Orangtuanya membawa kembali anak mereka ke rumah.
"Besoknya atau pada Selasa (20/9) mengakses ke RS Syamsudin di Sukabumi. Nah pada Rabu (21/9) pagi, anak meninggal dunia," terang Irvan.
Meskipun sudah diperiksa apus tenggorokan almarhumah, sebut Irvan, tetapi diagnosa medis masih dikategorikan suspek difteri. Untuk memastikan positif atau tidaknya, kata Irvan, akan ditentukan pemeriksaan kultur.
"Kami sudah mendapatkan hasil pemeriksaan apusan tenggorokannya. Sekarang sedang dirujuk ke RSHS Bandung. Kurang lebih tujuh hari sudah ada hasil dari pemeriksaan kultur," ungkapnya.
Upaya pencegahan dilakukan Dinas Kesehatan dengan memeriksa kontak erat. Sudah ada 10 orang yang diperiksa.
"Ada 15 orang yang dipantau dan 10 orang yang dirujuk untuk pemeriksaan kultur juga. Nah itu kami pantau dan tujuh hari sudah ada hasilnya," tegas Irvan.
Irvan menegaskan belum ada penetapan status KLB terhadap kasus tersebut. Alasannya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kultur. "Namun penanganannya kami sesuaikan. Lingkungan tempat tinggal almarhumah pun kita antisipasi," ucapnya.
Kalaupu nanti hasil pemeriksaan kultur dinyatakan positif difteri, menurut Irvan, kondisi itu menjadi cerminan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Akses mendapatkan imunisasi, kata Irvan, sudah sangat mudah.
"Ada di desa atau puskesmas dan tentu ini gratis. Ini bisa diakses dan masyarakat pun harus aware (peduli) karena penyakit-penyakit seperti ini ada di sekitar kita dan bisa dicegah oleh imunisasi," pungkasnya. (OL-14)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Dishub Jawa Barat pasang 14.000 lampu jalan dengan teknologi LCU jelang mudik Lebaran 2026. Tim URC siap pantau APJ untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved