Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Riset Unggulan (PUI) Nilam Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK), memberikan pelatihan pengolahan nilam dan turunannya kepada 72 peserta. Pelatihan tersebut berlangsung di kampus USK Banda Aceh dan terlaksana berkat dukungan Lembaga Amanah.
Ketua Amanah Mohd. Tanwir mengatakan lembaganya merupakan wadah untuk mendorong anak muda Aceh berkreasi, berkarya untuk kebangkitan ekonomi. Di antara yang dilakukan adalah memberikan dukungan modal untuk berperan sesuai kemampuan dan keinginan.
"Pelatihan produk nilam dan startup bertujuan untuk memberikan pengetahuan konsep hilirisasi industri berbasis minyak nilam. Memberikan keterampilan dasar untuk membuat produk turunan minyak nilam, seperti parfum dan lain-lain. Memberikan modal untuk peserta agar dapat memulai usaha berkelanjutan. Memberikan pendampingan serta konsultasi usaha," kata Tanwir.
Sedangkan Rektor USK, Prof. Marwan, menuturkan, pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Lebih 100 orang mendaftar dan setelah proses seleksi hanya terpilih 70 orang.
"Kami berharap, peserta yang sudah terpilih bisa istiqamah mengikuti pelatihan dengan serius. InsyaAllah dengan semangat kebersamaan, bisa berkontribusi untuk perekonomian Aceh melalui nilam," ucap Rektor Marwan.
Pihak universitas jantung hati masyarakat Aceh ini berterima kasih sekaligus bangga atas kepercayaan pusat, terutama Kemendikbud serta BIN yang hadir di kesempatan tersebut. Program pelatihan ini sangat serius, demi mewujudkan 'aneuk muda (anak muda)' di provinsi paling barat Indonesia itu lebih unggul dan hebat nantinya.
Baca juga: Harga Stabil, Aceh Kembali Giat Memproduksi Minyak Nilam
Ia menjelaskan, produk nilam merupakan komoditas unggulan Aceh di masa jayanya. Saat ini, USK dengan jejaring yang ada, berupaya mengembalikan kejayaan nilam Aceh. Dengan penelitian yang optimal, inovasi, nilam Aceh diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian Aceh, yang muaranya menyejahterakan masyarakat.
"USK serius mengembangkan nilam. Sejak setahun yang lalu, bersama Bappeda, kami telah mendesain master plan ini. Dengan SDM dan inovasi yang kami miliki, USK punya tanggung jawab besar. Inilah yang ingin kami transfer kepada peserta pelatihan," ungkap Marwan.
Sejak berdirinya ARC (Atsiri Researck) USK bukan saja telah bersinergi dengan masyarakat Aceh. Tapi juga telah banyak success story, terkait pengembangan nilam dari USK untuk warga Aceh hingga masyarakan se-nusantara. Tidak hanya di Aceh. Baru-baru ini, ARC USK juga memberi materi pelatihan nilam di Makassar, Sulawesi Selatan.
Rektor Marwan juga menuturkan, upaya mengembangkan nilam Aceh yang dilakukan USK tidak berhenti di pelatihan saja. Tapi lebih dari itu yakni lebih baik lagi. Pihaknya terus melakukan pendampingan hingga berhasil.
"Suatu hal yang paling penting antara lain adalah akses pasar. Pemasaran secara online, agar bisa diakses masyarakat dunia. Pendampingan mulai dari budi daya sampai hilirisasi marketing. Kita ingin berkelanjutan dan duplikasi produk lain, seperti sariwangi, pala dan lain-lain," tukasnya.
Adapun Ketua Dewan Analis Strategi BIN Letjen TNI Dr. M. Munir menyampaikan pihaknya serius menggarap nilam Aceh untuk perekonomian lebih baik. Dirinya menegaskan, tidak ingin pelatihan tersebut sekadar seremonial belaka.
"Saya dapat perintah Januari. Kemudian ke Aceh. Saya bertemu lintas kementerian untuk menjadikan Aceh unggulan," ujar Munir.
Ia menyampaikan Presiden Jokowi sangat antusias terhadap inovasi pengembangan nilam Aceh. Munir menilai Aceh diberkahi dengan letak geografis. Selain subur, Aceh sangat dekat dengan Selat Malaka. Ini menjadi tantangan, bagaimana kapal ekspor impor bisa transit di Aceh.
"Kita bangun ekosistem ekonomi Aceh, hingga offtaker," tukas Munir.(OL-5)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Produk ini berbahan dasar minyak kayu putih dan minyak nilam berkualitas tinggi, yang kemudian diolah menjadi minyak angin dengan aroma harum dan segar
Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK) Saifullah Muhammad mengatakan ada tiga jalur ekspor minyak nilam Aceh ke pasar internasional
Sedikitnya ada tiga jalur ekspor minyak nilam Aceh ke pasar internasional. Ke tiga jalur itu adalah memiliki eksportir yang berbeda.
HARI ini, Selasa (15/10), menjadi momen penting bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) Indonesia, khususnya sektor minyak nilam di Aceh.
Minyak nilam asal Aceh dinilai memiliki potensi besar karena banyak diproduksi oleh petani lokal
Instruktur parfum bersertifikat Internasional, William Sicher Wijaya menjelaskan single note terdiri dari beberapa family yang biasa dijadikan bahan dasar dalam pembuatan parfum
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved