Rabu 17 Agustus 2022, 16:21 WIB

Pandemi Covid-19, Kesadaran Warga Cianjur Uji Kir Kendaraan Menurun

Benny Bastiandy | Nusantara
Pandemi Covid-19, Kesadaran Warga Cianjur Uji Kir Kendaraan Menurun

MI/Benny Bastiandy
Sejumlah kendaraan barang menunggu giliran diuji kir petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

 

PANDEMI covid-19 cukup berdampak terhadap tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan pengujian kendaraan. Kondisinya saat ini cenderung mengalami penurunan.

Padahal, uji kendaraan merupakan hal penting sebagai upaya mengecek kondisi fisik kendaraan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Yogi Wildan Nugraha, menuturkan tren pengujian kendaraan pascapandemi covid-19 relatif turun. Kondisi itu diduga karena perekonomian yang belum pulih, sehingga pemilik kendaraan memilih mengutamakan usaha mereka.

"Bisa jadi karena dampak pandemi covid-19. Ditambah pengawasan yang belum intensif terhadap kendaraan wajib uji di lapangan," kata Yogi, Rabu (17/8).

Selama periode Januari-Juli 2022, sebut Yogi, terdata sebanyak 11.051 unit kendaraan yang sudah melakukan pengujian. Jenis kendaraannya berupa angkutan barang dan penumpang. "Tahun ini target retribusi dari pengujian kendaraan bermotor sebesar lebih kurang Rp1,7 miliar," kata Yogi.

Yogi optimistis target bisa tercapai hingga akhir tahun nanti. Terlebih, untuk menjangkau kendaraan yang belum diuji, Dishub Kabupaten Cianjur melakukan layanan secara mobile ke lapangan.

"Selain di kantor Dishub, kami juga melakukan pelayanan uji keliling. Di utara layanannya berada di Cipanas dan di selatan di Sukanagara," imbuhnya.

Dishub pun mengagendakan membuka layanan uji kendaraan setiap kali digelar program Desa Manjur. Namun layanannya bersifat tentatif karena harus melihat kondisi di lapangan.

"Kita harus melihat lokasinya dulu karena ini pengujian kendaraan itu bukan hanya memeriksa secara administrasi seperti STNK dan lainnya. Tapi harus ada pengujian secara fisik," tuturnya.

Artinya, sebut Yogi, kendaraan yang akan diuji harus ada dibawa ke lokasi. Namun, ujarnya, tak setiap pelaksanaan program Desa Manjur terdapat lahan kosong yang luas untuk menampung kendaraan. "Jadi, situasional saja pelayanan pengujian kendaraan kalau ada Program Desa Manjur," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Ist

BWA Kembali Distribusikan 20 Ribu Al-Qur’an Wakaf di Sumsel

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 08:51 WIB
Pendistribusian Al-Quran akan disalurkan kepada pondok-pondok pesantren, TPA, TPQ, dan seluruh masyarakat Sumsel yangbelum memiliki...
PT Sari Coffee Indonesia

Starbucks Masuk Papua dengan Membuka Dua Gerai Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 08:00 WIB
Gerai baru ini akan menawarkan pengalaman Starbucks yang khas kepada pelanggan di Indonesia bagian...
Dok. Strabucks

Starbucks Masuk Papua, Buka Gerai di Jayapura dan Abepura

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 06:28 WIB
McEvoy mennambahkkan, tahun ini, pihaknya berencana untuk hadir di 10 kota baru di Indonesia, dan Jayapura salah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya