Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN apel aparatut sipil negeri (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pekan ini sedikit berbeda dari pekan-pekan sebelumnya. Senin (8/8), seusai apel ribuan ASN dan honorer termasuk para pejabat SKPD bersama-sama menyantap sajian hidangan bubur Asyura.
Bahkan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor ikut membantu mengawah yaitu memasak bubur dengan cara mengaduk adonan bubur yang dimasak di dalam wajan (kuali) raksasa. Bubur yang dimasak secara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar ini, kemudian dibagikan kepada ribuan pegawai peserta apel pagi.
"Ada sekitar 3.000 porsi bubur yang kita bagikan. Selain untuk karyawan SKPD, juga akan kita bagikan pada masyarakat sekitar perkantoran provinsi," ujar Sahbirin sambil membagi-bagikan bubur Asyura kepada para peserta apel pagi. Beberapa pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Kalsel juga ikut mengawah dan membagikan bubur asyura.
Sahbirin yang dalam beberapa waktu terakhir gencar mempopulerkan Kalsel Babussalam (pintu keselamatan) dan daerah religius ini menyebut kegiatan bubur asyura ini merupakan rangkaian memperingati tahun baru Islam dan 10 Muharram 1444 h, sekaligus melestarikan tradisi Islami di
Kalsel.
Tradisi bubur asyura ini juga berlangsung disemua kabupaten/kota di Kalsel, umumnya di mesjid-mesjid besar yang disajikan saat berbuka puasa bersama. Bubur asyura khas Banjar dibuat dari beras pilihan ditambah campuran 41 jenis bahan bumbu dan sayuran, serta lauk seperti sayuran, kacang-kacangan dan daging.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalsel, Ahmad Solhan mengungkapkan, selain memperingati tahun baru Islam 1444 H, kegiatan mengawah sekaligus ajang silaturahmi gubernur dengan pegawai lingkup Pemprov Kalsel.
Pembuatan bubur asyura kali ini menghabiskan tiga blek beras yang dimasak sejak dini hari. Di Kalsel tradisi bubur asyura sudah ada sejak jaman masuknya Islam atau kesultanan Banjar. Diriwayatkan tradisi ini berkaitan dengan kisah Perang Badar di jaman Nabi Muhammad SAW.
Ketika itu bubur yang dimasak seorang sahabat nabi tidak cukup untuk memberi makan seluruh perajurit. Sehingga Nabi Muhammad memerintahkan para sahabatnya mengumpulkan semua bahan yang tersedia untuk kemudian dicampurkan ke dalam bubur agar cukup semua prajurit.
Hingga kini tradisi bubur Asyura terus berkembang dan lestari di Kalsel. (OL-13)
Baca Juga: Presiden akan Resmikan Infrastruktur di Kalimantan Barat
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Sejarah makan siang di Indonesia sendiri adalah cerminan perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya yang selalu berubah.
Dalam tradisi masyarakat tertentu di Indonesia, telur tembean (telur ayam yang sudah berisi bakal embrio dan dianggap “hampir menetas”) dipercaya sebagai makanan berkhasiat
Upacara adat Dola Maludu yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat kini resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh DJKI.
Festival Jelajah Maumere III mengusung tema Wini Ronan atau lumbung benih sebagai refleksi atas tradisi dan kebudayaan di Kabupaten Sikka atau di Flores.
Pengunjung Parara festival dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, mulai dari talkshow dan diskusi soal pangan lokal, tradisi nusantara, serta isu lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved