Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM lagi tuntas masalah kasus penembakan sesama anggota kepolisian di Jakarta, warga di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, juga dihebohkan oleh isu kekerasan oleh polisi kepada polisi di lingkungan Polres Bungo, Polda Jambi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, menyebutkan sejumlah personel bintara remaja di lingkup Polres Bungo kesakitan dan babak belur akibat tindakan kekerasan para seniornya saat mengikuti kegiatan pembinaan di lingkungan Polres Bungo, beberapa hari lalu.
Kapolres Bungo Ajun Komisaris Besar Wahyu Bram Widarso membenarkan adanya dugaan tindakan berlebihan dari anggotanya saat kegiatan pembinaan disiplin dan pengenalan lingkungan tersebut.
Dia menyatakan dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Tim Urkes Polres Bungo, kondisi 20 bintara muda yang menjalani pembinaan oleh
bintara seniornya terbilang baik-baik saja alias tidak ada yang babak belur.
"Memang benar ada. Kami pada dasarnya tidak mentolerir perbuatan tersebut. Semua senior bintara tersebut sedang kami proses, saat ini
dalam tahap pemeriksaan," kata Wahyu saat dimintai konfirmasi, Senin (8/8).
Untuk memastikan pemeriksaan berjalan serius dan benar, sebut Wahyu, Kapolda Jambi Inspektur Jenderal A Rachmad Wibowo sudah mengutus dua pejabat utamanya ke Polres Bungo.
Baca juga: Lahan Jadi Sengketa, Murid SDN Bunisari Tidak Bisa Sekolah
Kapolda Jambi, melalui Kabid Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Mulia Prianto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, saat ini 22 personel yang diduga melakukan tindak kekerasan tersebut sedang diperiksa oleh tim gabungan dari Bid Propam Polda Jambi dan Seksi Propam Polres Bungo.
"Ya, benar ada peristiwa tersebut, saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para bintara senior tersebut
yang diduga melakukan ini," jelas Mulia.
Dikatakan Mulia, pihaknya menyayangkan dalam proses pembinaan tersebut ada beberapa senior bintara tersebut menggunakan kekerasan, namun tidak brutal seperti diisukan sampai ada yang babak belur.
"Namun bagaimana pun juga tindakan tersebut tidak dibenarkan, saat ini para bintara senior tersebut sedang dalam pemeriksaan . Yang pasti
para senior bintara tersebut akan dikenakan sanksi," kata Mulia.
Ditambahkan Mulia, Kapolda Jambi menyesali peristiwa tersebut dan telah memerintahkan Karo SDM Polda Jambi serta Kabid Propam Polda
Jambi untuk menyelidiki peristiwa ini langsung ke Polres Bungo.
"Bila ada yang terbukti akan dikenakan sanksi displin maupun etik terhadap pelaku penindakan ini, baik itu PTDH, demosi atau tunda
kenaikan pangkat," jelas Mulia. (OL-16)
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Setelah putusan etik ditetapkan, pelaku akan langsung dikembalikan ke wilayah hukum Polres Tual untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum pidana.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Polda Sumut mengerahkan sedikitnya 11.417 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait.
kultur kekerasan yang masih melekat dalam tubuh Kepolisian menunjukkan bahwa reformasi kepolisian pasca-pemisahan dari ABRI belum berjalan tuntas.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Polda Jabar juga menyediakan 128 personel dari satuan SAR Brimob yang meliputi unit SAR, K9, serta pengemudi kendaraan rescue.
Polisi bertindak setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa JM hendak membawa sabu menuju Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulteng, menggunakan jasa rental angkutan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta warga tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved