Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SERATUSAN warga Desa Purwasedar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kercunan. Diduga warga keracunan nasi kotak yang diberikan oleh salah seorang warga yang mengadakan syukuran sepulangnya beribadah haji di Arab Saudi.
"Warga yang diduga alami keracunan nasi kotak di Kecamatan Ciracap tersebut sementara ini sebanyak 129 orang," kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciracap Dadang Priatna di Sukabumi, Jumat (29/7).
Dari jumlah tersebut, kata Dadang Priatna, tinggal delapan orang yang dirawat di Puskesmas Ciracap dan delapan lainnya dirujuk ke RSUD Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Informas dari berbagai sumber menyebutkan keracunan massal tersebut berawal saat acara syukuran pasangan suami istri warga Kampung Ciceuri, RT 012/ 003, Desa Purwasedar pada hari Kamis (28/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Pasangan ini mengundang sekitar 150 warga.
Warga yang mengikuti acara syukuran tersebut pun saat pulang mendapat bingkisan berupa nasi kotak dengan menu nasi putih, ayam goreng serundeng, mi goreng, dan lainnya. Usai acara tersebut, sebagian warga menyantap nasi kotak tersebut di lokasi.
Setelah menyantap menu nasi kotak tersebut, mereka tidak merasakan adanya gejala keracunan. Namun, gejala keracunan seperti mual, pusing, buang air, dan muntah mulai dirasakan para korban pada Jumat (29/7) sekitar pukul 10.30 WIB.
Petugas puskesmas yang kewalahan dengan membeludaknya jumlah pasien yang datang dan keterbatasan bangsal terpaksa sebagian korban mendapat perawatan di berbagai ruangan. Setelah diberikan pengobatan, mayoritas warga memilih rawat jalan di rumahnya masing-masing.
"Petugas medis dan unsur Muspika Ciracap masih berada di puskesmas untuk antisipasi kemungkinan masih adanya masyarakat yang mengalami keracunan yang belum mendapatkan penanganan medis," tambah Dadang.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan bahwa pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menetapkan kasus keracunan massal ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah korban terdampak massal meskipun belum ada laporan jatuhnya korban jiwa.
Ia mengatakan bahwa mayoritas warga yang mengalami gejala keracunan sudah pulang dan kondisi kesehatannya berangsur pulih. Untuk mengungkap penyebab kejadian ini, pihak dari dinkes dan kepolisian setempat sudah mengambil sampel makanan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. (Ant/OL-15)
Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP lanjutan dan mengambil sampel makanan serta air mineral dalam kasus penemuan tiga jenazah satu keluarga di Warakas, yang diduga keracunan makanan
Polisi menyebut tiga korban satu keluarga yang ditemukan tewas di kontrakan Warakas, Jakarta Utara, mengeluarkan busa dari mulut. Penyebab kematian masih diselidiki.
Polres Metro Jakarta Utara menyelidiki dugaan keracunan makanan yang menewaskan tiga penghuni kontrakan di Jalan Warakas. Polisi masih melakukan olah TKP.
Polisi mengevakuasi tiga jasad korban yang diduga keracunan makanan dari kontrakan di Jalan Warakas, Jakarta Utara, ke RS Polri Kramat Jati dan menunggu hasil uji penyebab kematian.
Seorang ibu dan dua anak ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas, Jakarta Utara. Polisi mengamankan bungkus makanan dan menyelidiki penyebab kematian.
Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas di rumah kontrakan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi menduga korban mengalami keracunan makanan dan masih menyelidiki kasus ini.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved