Kamis 28 Juli 2022, 11:10 WIB

Ridwan Kamil Apresiasi Langkah Polda Jabar Tangani Kasus Perundungan di Tasikmalaya

Naviandri | Nusantara
Ridwan Kamil Apresiasi Langkah Polda Jabar Tangani Kasus Perundungan di Tasikmalaya

MI/Dok Pemkot Bekasi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

 

GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengapresiasi langkah kepolisian yang menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus perundungan atau bullying di Tasikmalaya yang disertai tindakan asusila terhadap bocah 11 tahun di Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya mengapresiasi, tinggal hukumannya saja yang harus disesuaikan, tapi  bahwa sudah jadi tersangka, saya kira pembelajaran juga buat orangtua," kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Kamis (28/7).

Kang Emil mengatakan harus ada sanksi terhadap pelaku perundungan, tinggal jenis sanksi dan hukumannya yang harus dicarikan seadil-adilnya. Namun yang jelas, jangan sampai tidak diberi sanksi. 

Baca juga: Tiga Tersangka Perundungan di Tasikmalaya Harus Dilakukan Proses Hukum

"Salah satu contoh  kalau dari saya apakah dikeluarkan dari sekolah, diturunkan kelasnya,  tetap harus ada efek jera walaupun dia anak-anak," jelasnya.

Gubernur Jabar itu menuturkan kasus ini menjadi peringatan bagi para orangtua, bahwa jika di rumah, orangtua adalah pengganti guru. Maka di rumah, orangtua harus mengajarkan nilai-nilai moral, nilai-nilai etika agama.

"Guru kalau di sekolah adalah pengganti orangtua. Maka di sekolah jangan hanya urusin pelajaran, terutama saat istirahat jam-jam kritisnya bully itu harus turun, melihat, mengamati, berinteraksi, merangkul,  sensitif. Pulang sekolah diamati sampai radius tertentu," terangnya.

Kang Emil mengingatkan pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah tapi juga tanggung jawab orangtua di rumah. Bahkan pendidikan pertama seharusnya datang utamanya dari orangtua. 

Untuk itu,  guru dan orangtua dalam mendidik anak harus dapat saling melengkapi. 

Guru harus lebih sensitif mengamati dan mengawasi interaksi anak-anak pada saat jam-jam kritis perundungan seperti jam istirahat dan  perjalanan pulang, justru saat ini krusial inilah perundungan kerap terjadi dan tidak diketahui guru.

"Pas istirahat jam-jam kritisnya perundungan, guru harus turun mengamati, berinteraksi, merangkul, sensitif. Pulang sekolah diamati sampai radius tertentu," ujarnya.

Ia menuturkan kasus perundungan yang banyak bermumculan selama ini menjadi peringatan bagi para orangtua, bahwa jika di rumah, orangtua adalah pengganti guru. Maka di rumah, orangtua harus mengajarkan nilai-nilai moral, nilai-nilai etika agama.

Seperti diketahui, Polda Jabar sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus perundungan anak kelas 5 SD di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Kini, mereka sudah dikembalikan kepada orangtua masing-masing.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, dalam perkara ini pihaknya menggunakan UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Perlindungan Anak dan upaya diversi.  Menurut UU Nomor 11 Tahun 2012, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

"Upaya diversi juga, merupakan hasil koordinasi antara penyidik Polres Tasikmalaya, PPA Polda Jabar, KPAID Tasikmalaya dan Bapas. Atas dasar itulah, ketiga anak yang ditetapkan tersangka itu tidak ditahan dan dikembalikan ke orangtua," katanya.

Jadi, mekanisme diversi itulah yang dicari langkahnya yang tepat. Sesuai hasil yang dilakukan oleh tim bersama Bapas itu dimungkinkan dikembalikan kepada lingkungannya dengan berbagai pertimbangan. 

Meskipun  dikembalikan ke orangtua, kata Ibrahim, ketiga tersangka ini masih  dalam pengawasan oleh tim termasuk Bapas. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Persiapan Jelang HUT Provinsi Maluku ke-77 Sudah 90 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:55 WIB
Pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka HUT Provinsi Maluku ke-77 akan berlangsung pada pukul 14.00 WIT,...
DOK.MI

BPBD: 696 Rumah Warga Medan Terendam Banjir, 2.247 Jiwa Terdampak

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:30 WIB
BPBD juga sempat mengevakuasi 14 korban banjir di dua titik, yakni Jalan Luku, Gang Bersama, Kuala Bekala lima orang terdiri atas dua...
ANTARA

Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih di Pantai Pangandaran

👤Kristiadi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:00 WIB
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan nasionalisme dan menanamkan semangat patriotisme di dada rakyat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya