Kamis 21 Juli 2022, 19:25 WIB

RS Ungkap Diagnosis Kematian Bocah Korban Bully di Tasikmalaya

Kristiadi | Nusantara
RS Ungkap Diagnosis Kematian Bocah Korban Bully di Tasikmalaya

DOK.MI
Ilustrasi kasus perundungan

 

SEORANG siswa berinisial F, 11, siswa kelas 5 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dipaksa teman-temannya menyetubuhi kucing sambil direkam memakai kamera handpone (hp) mengalami depresi setelah tidak mau makan dan minum.

Korban langsung dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) pada Minggu (17/7) lalu, dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD SMC, Adi Widodo, mengatakan, bocah sebelum meninggal dalam perawatan pada Minggu (17/7). Saat berada di rumah sakit, kondisinya mengalami penurunan kesadaran setelah bocah tersebut tidak mau makan dan minum hingga mengalami demam.

"Keluarga saat membawanya ke RS itu sudah tidak sadarkan diri dan menurut keterangan pihak keluarga, sehari sebelumnya saat berada di rumah, korban juga mengalami kesamaan sudah tidak sadarkan diri. Di rumah sakit mengalami demam tinggi setelah sekitar seminggu di rumah dan dalam perawatannya tidak tertolong. Tindakan yang kami lakukan sudah maksimal, korban mendapat penanganan secara medis," kata Adi saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/7).


Baca juga: Psikolog Sebut Kasus Perundungan kian Parah Dipicu Medsos


Ia mengatakan, bocah yang meninggal dalam perawatan tersebut didiagnosis mengalami suspect typhoid, ensefalopati atau mengubah fungsi pada struktur otak hingga komplikasi tifus, serta suspect episode depresi atau gangguan kejiwaan yang bisa disebabkan komplikasi demam tifus. Dan dari pengakuan keluarga, korban juga sempat menjadi korban perundungan teman-temannya.

"Untuk diagnosa kematian disebabkan adanya suspect typhoid dan ensefalopati atau peradangan otak, karena komplikasi tifus juga ada suspect episode depresi atau gangguan kejiwaan bisa diakibatkan adanya komplikasi tifus. Namun, untuk faktor internalnya karena komplikasi demam meski petugas medis sudah berupaya melakukan upaya tapi nyawanya itu tak tertolong," ujarnya. (OL-16)

Baca Juga

dok.ist

Pujakesuma Nilai Ganjar Konsisten Rawat Seni Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:45 WIB
ORGANISASI Pujakesuma menilai Ganjar Pranowo selalu memperhatikan nasib para pelaku seni di wilayahnya dan selalu terbuka dalam diskusi...
dok.Ant

Harga Cabai Rawit Di Bangka Masih Bertengger Rp97 Ribu Perkilo

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:57 WIB
HARGA cabai rawit di pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih tergolong tinggi, meski  sudag turun tetap tinggi dibanding...
dok.ist

OMG Jatim Beberkan Alasan Dukung Ganjar Pranowo Presiden 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 20:53 WIB
RIBUAN anak muda  gabungan dari  Kabupaten/ Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan sepakat ikut serta dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya