Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang luapan Sungai Cimanuk membawa material lumpur dan menyebabkan 4.000 rumah terendam banjir yang tersebar di 14 kecamatan. Kejadian tersebut disebabkan alih fungsi lahan dari hulu yang sudah lama dijadikan perkebunan.
Ketua Badan Pembina Forum Komunikasi Kader Konservaksi Indonesia (BPFK3I) dan Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Dedi Kurniawan, mengatakan banjir bandang yang terjadi dari luapan Sungai Cimanuk tersebar di 32 desa dan kelurahan. Ada indikasi permasalahan terutama di hulu.
"Banjir bandang yang membawa material longsor di Garut memang sudah lama terjadi. Masalah tersebut akibat alih fungsi lahan terutama di kawasan Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara menjadi perkebunan sayuran, PT Argo Jabar sekitar 2.000 hektare dimanfaatkan lahan peternakan, serta pertambahan di kawasan berada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, dan proyek strategis nasional seperti geotermal terbangun di atas di daerah resapan air," katanya, Minggu (17/7).
Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Garut yang terjadi pada Jumat (15/7) sore sekarang, imbuhnya, masih dilakukan kajian data spasial terutama meluapnya Sungai Cimanuk. Namun, hasil sementara yang diperoleh karena daya tampung termasuk daya dukung lingkungan dan RT/RW di Garut tidak berpihak pada lingkungan. Akan tetapi, luapan Sungai Cimanuk kemungkinan disebabkan daya resap di atas berkurang dan material longsor terjadi.
"Kami meminta Pemprov Jabar dan Pemkab Garut supaya melakukan evaluasi terutama RT dan RW untuk melakukan pemulihan kawasan bukan pembangunan kawasan. Kami juga mendesak seluruh pihak supaya menjamin keselamatan dan keamanan rakyat hidup di lingkungan yang lebih aman," ujarnya.
Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut tidak hanya curah hujan tinggi tetapi ada pembabatan hingga alih fungsi lahan di kawasan hulu sungai. Namun, masyarakat juga harus paham bahwa bencana banjir tidak tiba-tiba datang begitu saja.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal di Jalan Trans-Kalimantan Renggut Enam Korban
"Kami mendapat informasi ada pembabatan hutan (di kawasan hulu sungai). Kemudian hutan lindung dipakai untuk hutan produktif, pembangunan, dan lainnya. Masyarakat harus paham penyebab bencana terutama yang di hulu. Kami juga tidak melarang mereka tetapi penggunaannya harus rasional sehingga ketika hujan turun tidak lagi kembali terjadi," paparnya.
Menurutnya, pemerintah selama ini sudah meminta langsung kepada warga yang tinggal di sempadan Sungai Cimanuk untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Dari mereka ada yang mau dan tidak mengikuti imbauan pemerintah. Ini karena rumah warga di sempadan sungai memang milik mereka. Meskipun demikian, pemindahan itu menjadi hal baik terutama demi keselamatan mereka.
"Saya juga tetap berharap masyarakat di sini pindah. Kami tidak memaksa, hanya meminta kesadarannya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memiliki program terutama perbaikan sungai dan pembangunan tembok penahan tebing (TPT)," pungkasnya. (OL-14)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai termasuk janji mengatasi banjir dan macet.
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Normalisasi Sungai Cisunggalah jadi solusi utama sebagai langkah penanganan pasca banjir bandang
PASCAbanjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ruas jalan penghubung Sokasar-Bojong di Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, putus total.
Mobil penjernih air difungsikan mengolah air kotor menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan akses jalan dan jembatan terdampak bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purbalingga.
Intensitas hujan yang tinggi dan rusaknya hutan di kaki Gunung Slamet mengakibatkan tiga jembatan hanyut, lima objek wisata dan sungai rusak akibat diterjang banjir bandang
Banjir bandang akibat hujan ekstrem di Purbalingga, Jawa Tengah, menewaskan satu warga, melukai satu lainnya, merusak ratusan rumah, dan memaksa ratusan orang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved