Selasa 12 Juli 2022, 19:32 WIB

PT Timah Tbk Kembali Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
PT Timah Tbk Kembali Tenggelamkan Ribuan Artificial Reef

MI/Rendy Ferdiansyah
PT Timah Tbk sebanyak 3.105 unit artificial reef telah ditenggelamkan di Perairan Pulau Bangka dalam rentang waktu 2016-2020.

 

PT Timah Tbk secara konsisten melakukan reklamasi laut dengan menenggelamkan ribuan artificial reef di perairan Pulau Bangka.

Upaya reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk telah dimulai sejak 2016 silam, berdasarkan data PT Timah Tbk sebanyak 3.105 unit artificial reef telah ditenggelamkan di Perairan Pulau Bangka dalam rentang waktu 2016-2020.

Tahun 2022, PT Timah Tbk berencana untuk menenggelamkan 1.920 unit artificial reef di 11 titik yang telah ditentukan.
 
Dalam melaksanakan reklamasi laut, PT Timah Tbk bekerja sama dengan masyarakat lokal dan juga civitas akademika di Universitas Bangka Belitung.

Dosen Ilmu Kelautan Universitas Bangka Belitung Indra Ambalika Syari mengatakan, program reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk telah mengalami beberapa kemajuan. Dirinya yang sejak awal dilibatkan dalam program reklamasi laut ini menyebutkan, upaya reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk merupakan bentuk komitmen PT Timah Tbk untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut.

Ia menjelaskan, upaya reklamasi yang dilakukaan PT Timah Tbk merupakan upaya untuk membuat habitat baru atau habitat pengganti bagi biota laut. Menurutnya, aktivitas penambangan timah yang dilakukan perusahaan berpengaruh pada ekosistem laut.

Namun, dengan dibuatkannya habitat baru melalui penenggelaman artificial reef ini akan mengurangi dampak dari aktivitas penambangan. Selain itu, nantinya habitat buatan ini akan menjadi habitat alami karena akan ditempeli biota laut dan karang alami.

“Peran kegiatan reklamasi laut untuk menjaga eksosistem laut, minimal dapat meminimalisasi terhadap gangguan dari akitivitas penambangan laut yang bisa digantikan dengan habitat baru,” katanya.selasa (12/7).

Ia menilai, hingga saat ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, program reklamasi ini berlangsung dengan baik. Namun, diakuinya ada beberapa gangguan yang saat ini cukup berdampak pada artificial reef yakni beroperasinya tambang-tambang di dekat kawasan penenggelaman artificial reef.
 
“Sejauh ini masih bertahan dan bagus bisa dilihat tranplantasi karang dan fish shelter. Tapi memang sekarang dengan semakin maraknya aktivitas penambangan masyarakat menjadi ancanam bagi fish shelter yang sudah ditenggelamkan. Kalau PT Timah Tbk kan mereka tidak lagi menambang di kawasan yang sudah ditenggelamkan fish shelter, tapi tambang yang lainnya ini. Ini menjadi perhatian karena pasti akan berdampak pada fish shelter yang tadinya sudah bagus kondisinya jadi menurun,” jelas Indra.

Diakuinya, kekeruhan dari aktivitas tambang ini juga berdampak pada pertumbuhan artificial reef. Indra menyayangkan jika artificial reef yang sudah tumbuh bahkan beberapa sudah menjadi kawasan fishing ground dan wisata bahari akan mengalami penurunan akibat dari kekeruhan air dari aktivitas tambang-tambang yang tidak sesuai.

“Dari kegiatan reklamasi laut bisa meningkatkan potensi yang berkelanjutan, penambangan ini unrenewable. Agar potensi ini bisa renewable maka dilakukan program reklamasi laut dengan wisata laut maupun perikanan,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan keberhasilan reklamasi laut yang dilakukan PT Timah Tbk dapat dilihat dari beberapa indikator yakni indeks keanekaragaman ikan laut yang saat ini sudah mencapai 1,5-3,5 dan masuk dalam katagori sedang hingga tinggi.

Indikator lainnya yang dilihat yakni semakin banyak komposisi min spesies ikan. Dengan semakin tinggi spesiesnya maka menjadi indikasi semakin bagus dan stabil pada biota penempelannya.

"Spesies ikan ini tergantung usia penenggelaman, semakin lama semakin stabil.  Kalau baru ditenggelamkan masih sedikit, tapi seiring waktu semakin banyak jenis ikan dan memang rata-rata ikan karang banyak yang ditemui seperti kakap, seminyak, kerapu, dan lainnya," kata Indra.(OL-13)

Baca Juga: Tahun Ini, PT Timah Targetkan Reklamasi Seluas 402 Hektar

Baca Juga

Dok. Pribadi

Sekwan DPRD Maybrat Ferdinandus Taa Dinilai Figur Tepat Jadi Penjabat Bupati Maybrat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:15 WIB
Sebagai putra daerah Maybrat, Ferdinandus Taa dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam kepemimpinan, mengenal wilayah dan seluk beluk...
ANTARA/Rony Muharrman

Polda Masih Buru Bos Judi Online Terbesar di Sumut

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 23:05 WIB
Polda Sumut terus mencari bos judi online terbesar yang bernama ABK dan hingga kini tidak diketahui...
dok.ist

Ruangan di Kantor Bupati Pemalang Disegel KPK

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:52 WIB
PETUGAS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Kamis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya