Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV Sumatera Utara telah mendistribusikan total 11.600 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak. Mengingat, belakangan terjadi penularan PMK di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap mengatakan hingga kini, total vaksin PMK yang sudah tiba di wilayah Sumatera Utara mencapai 11.600 dosis.
"Dari jumlah itu, sebanyak 1.600 vaksin sudah lebih dulu disalurkan ke daerah. Hari ini disalurkan lagi 10.000 vaksin," jelas Azhar, Jumat (8/7).
Baca juga: 58.010 Hewan Kurban di Jakarta Dinyatakan Bebas PMK
Menurutnya, Sumatera Utara butuh percepatan penanganan PMK. Pasalnya, wilayah tersebut sudah masuk empat besar provinsi dengan tingkat penularan PMK tertinggi.
Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, lebih dari separuh atau 19 daerah di antaranya sudah terpapar PMK. Kabupaten Batubara bahkan menjadi yang terparah dengan 14 ribu kasus.
Baca juga: Sapi Kurban Bantuan dari Presiden Berbobot 800 Kg Hingga 1 Ton
Namun dari jumlah kasus di Kabupaten Batubara tersebut, sebanyak 8.000 ekor hewan ternak sudah sembuh dan yang mati hanya 17 ekor. Adapun hewan ternak yang tertular PMK mayoritas dalam kategori ringan dan sedang.
Pihaknya optimistis Sumatera Utara dapat mempercepat upaya penanganan PMK, termasuk dengan distribusi vaksin. Wilayah itu juga sudah mengajukan penambahan vaksin PMK ke pusat.
Lebih lanjut, Azhar memastikan stok hewan kurban untuk Idul Adha di Sumatera Utara terbilang aman. Saat ini, tersedia 70 ribu ekor hewan ternak, sementara kebutuhan hewan kurban di Sumatera Utara sekitar 35-40 ribu ekor.(OL-11)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved