Senin 04 Juli 2022, 18:28 WIB

Orangtua tidak Mampu Bayar, Bayi Ditahan RS Manggarai NTT

Yohanes Manasye | Nusantara
Orangtua tidak Mampu Bayar, Bayi Ditahan RS Manggarai NTT

Metro TV/Yohanes Manasye.
Karolina Fatima Keluru menggendong Cika bersama suami Sabinus.

 

BAYI berusia tiga bulan asal Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, masih tertahan di RSUD Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai. Orangtua bayi tak mampu membayar tagihan sebesar Rp14 juta untuk membiayai perawatan selama tiga pekan. Sementara pihak rumah sakit mengaku masih menunggu Pemkab Manggarai Timur untuk menjadi penanggung jawab pasien. 

Karolina Fatima Keluru berusaha menenangkan Cika dalam pangkuannya. Ibu muda asal Manggarai Timur ini duduk di atas ranjang pada salah satu ruangan lantai tiga Ruang Anggrek RSUD Dr Ben Mboi Ruteng. Ia ditemani suaminya, Sabinus Jampung. 

Cika merupakan putri sulung mereka dan baru berusia tiga bulan. Kondisi Cika saat ini sudah dinyatakan sembuh. Sebelumnya, ia menjalani perawatan intensif selama dua pekan di ICU rumah sakit tersebut karena gangguan pernapasan akut. 

Selama dua pekan itu, Cika menggunakan alat bantu pernapasan. Ia baru dipindahkan ke ruangan perawatan anak selama sepekan terakhir menyusul kondisinya yang berangsur-angsur membaik. 

Mekipun Cika sudah sembuh, kedua orangtuanya belum bisa membawanya pulang. Keluarga baru yang yang serbakekurangan ini tak mampu membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp14 juta. 

Karolina hanya ibu rumah tangga. Sabinus, suaminya, hanya seorang petani yang kadang-kadang bekerja serabutan dengan penghasilan tak tentu. Kini mereka bertahan di rumah sakit sambil berharap uluran tangan dan perhatian pemerintah. 

"Anak saya sesak napas. Dirawat di sini selama tiga minggu lebih. Sekarang sudah sehat tetapi belum bisa keluar dari rumah sakit karena tidak bisa membayar. Terlalu banyak. Rp14 juta tagihannya."

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Ben Mboi Ruteng, dokter Oktavianus Yanuarius Ampur, mengatakan bayi Cika tidak memiliki BPJS atau KIS sehingga tercatat sebagai pasien umum. Biayanya memang terbilang mahal karena selama di ICU, pasien tersebut menggunakan ventilator. 

Namun pihak rumah sakit memahami kondisi ekonomi keluarga pasien yang ternyata tak mampu membayar tagihan rumah sakit. Karena itu, sejak mengetahui kondisi ekonomi keluarga pasien tersebut, pihaknya menghubungi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur agar membantu pasien tersebut. 

Hingga saat ini manajemen rumah sakit milik Pemkab Manggarai ini masih menunggu kepastian Pemkab Manggarai Timur untuk menjadi penanggung jawab pasien. "Yang penting buat kami bahwa pasien ini sudah diobati dan sudah sembuh. Kemudian terkait masalah biaya nanti coba kami koordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk pembayarannya. Kalau kami di sini yang penting ada penanggung jawabnya. Maksudnya begini, misalnya mau bayar bertahap oleh pemerintah. Yang penting ada penanggung jawab untuk pembiayaan pasien tersebut." (OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dewa Meriahkan Perayaan HUT ke-77 Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menginginkan perayaan ini dirasakan oleh seluruh...
MI/SUSANTO

PT Jaswita Jabar Gandeng Perbankan Siapkan Pembiayaan bagi Jemaah Umrah

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:50 WIB
Pada tahun ini Jaswita jabar menargetkan bisa memberangkatkan hingga 8.000 jamaah...
MI/Cri Qanon Ria Dewi

Rayakan HUT RI, Tiga BUMN Gelar Program Bakti BUMN di Lampung

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:45 WIB
Ketiga BUMN tersebut adalah PT Telkom, PT Bukit Asam dan PTPN...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya