Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyiapkan 1.500 hektare lahan untuk mengembangkan produk pangan lokal. Salah satunya kedelai.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng, Retno Erningtyas mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi dalam pengembangan produk pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, untuk mendukung program tersebut, Sulteng langsung bergerak dan berupaya melakukan pengembangan sejumlah produk pangan. "Di antaranya yang akan kami kembangkan adalah tanaman kedelai," terangnya, Jumat (1/7).
Menurut Retno, untuk mengembangkan kedelai itu, pihaknya sudah menyiapkan lahan produktif yang luasnya mencapai 1.500 hektare. "1.500 hektare lahan itu akumulasi dari tiga lahan di tiga kabupaten di Sulteng," tegasnya.
Di atas 1.500 lahan tersebut, lanjut Retno, sudah ditanami kedelai. Diharapkan proses penanamnya selesai di awal bulan ini. "Kedelai itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan industri olahan tahu dan tempe," imbuhnya.
Sementara itu, Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian (BPTP) Sulteng, sudah menyiapkan inovasi teknologi pertanian untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil produksi pertaniannya khususnya untuk tanaman kedelai. Kepala BPTP Sulteng, Abdul Wahab menambahkan, pihaknya akan terus mendukung peningkatan produksi pertanian melalui inovasi teknologi di bidang pertanian untuk mendukung kemajuan pertanian di Sulteng.
"Yang jelas BPTP sebagai penyedia teknologi akan terus berinovasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya," ujarnya.
Wahab menjelaskan, BPTP Badan Litbang pertanian tidak hanya berperan di bagian hulu akan tetapi memiliki tanggung jawab hingga hilir. "Karena itu perlu kerjasama terintegrasi baik peneliti, penyuluh pertanian maupun petani yang menjadi sasaran dalam mengaplikasikan inovasi teknologi untuk meningkatkan daya saing produk pertanian. Khususnya kedelai yang tengah dikembangkan itu," tandasnya. (OL-15)
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Produk yang diperkenalkan meliputi tempe, tahu, susu kedelai, hingga inovasi terbaru berupa nougat kedelai yang kaya nutrisi.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Kebijakan tarif tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan menjadi salah satu tarif terendah yang diberikan AS untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved