Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BERMAIN tak bisa dilepaskan dari kehidupan anak-anak. Melalui bermain, si kecil bisa mengembangkan berbagai kecerdasan, seperti sensorik, motorik, hingga kreativitas.
Selain ragam produk mainan edukatif dan inspiratif yang diberikan untuk mendukung tumbuh kembang anak sesuai pada umur dan minat bakatnya.
Toys Kingdom mempercayai bahwa setiap anak itu pintar dengan caranya sendiri dan melalui bermain tak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi anak akan tetapi anak bisa belajar banyak hal.
Namun banyak anak - anak yang kurang beruntung dalam masa tumbuh kembangnya seperti yang dialami anak usia dini di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini yang membuat toys kingdom tergerak untuk memberikan mainan edukasi kepada anak-anak di Sikka untuk membantu perkembangan kecerdasaan anak melalui program Toys For Kids,
Toys For Kids merupakan program corporate social responsibility (CSR) yang dilakukan oleh Toys Kingdom secara reguler yang bekerja sama dengan Kawan Lama Foundation.
Baca juga: Mahasiswa dan Dosen Unipa Indonesia Lakukan Donor Darah
Ellen Widodo, selaku GM Marketing Communication PT.Toys Games Indonesia. mengungkapkan, dalam pelaksanaan program Toys For Kids 2022, Toys Kingdom mengajak para pelanggan untuk ikut berpartisipasi.
Para pelanggan turut berpartisipasi membeli mainan favorit dengan harga khusus untuk didonasikan.
"Periode berlangsung dari bulan Desember 2021 hingga Januari 2022 yang diselenggarakan di toko Toys Kingdom Jabodetabek, dan program ini mendapatkan antusiasme cukup baik dari pelanggan sehingga terkumpul lebih dari 500 mainan edukatif," tambah Ellen Widodo dalam keterangan pers, Kamis (16/6)
Dengan mengajak para pelanggan untuk ikut berpartisipasi dalam program diharapkan bisa mengajarkan anak-anak Indonesia sejak usia dini dapat berbagi dan menanamkan rasa peduli terhadap sesama.
Toys For Kids memberikan mainan edukasi kepada enam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di Sikka NTT, yaitu PAUD St. Matilda - Nita NTT, PAUD POS Handayani - Sikka NTT,PAUD Simpliciano - Nita NTT, PAUD St. Clara - Ds. Tebuk Sikka NTT, PAUD St. Theresia - Ds. Wolokisa Kabupaten Nagekeo NTT, PAUD Embu Zozo - Ende NTT.
Untuk memeriahkan acara juga dihadirkan Cecilia Sinaga selaku Psikolog Klinis Anak yang membahas mengenai “Manfaat mainan sebagai media pembelajaran untuk anak usia dini” ,
Turut hadir dalam acara tersebut yang dipandu moderator Yohanes Enggar Harususilo selaku Editor Edukasi, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Heriyanti Vandiron Sales. (RO/OL-09)
Dengan menawarkan ragam produk yang luas, Blokees menjangkau penggemar dari berbagai usia dan preferensi.
Sepintas mainan ini aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Ternyata menyimpan bahaya yang bisa mengancam nyawa anak.
KEMAMPUAN sensoris anak merupakan salah satu fondasi tercapainya tahap tumbuh kembang anak yang sempurna. Terdapat beberapa jenis mainan yang bisa menstimulasinya, berikut ini di antaranya.
DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mengamankan seekor ular dari dalam rumah. Proses evakuasi berlansung. Namun ternyata ular tersebut hanya mainan.
Belasan petak toko di Blok A Pasar Raya, Kota Padang terbakar pada Selasa (7/5). Api baru bisa dipadamkan setelah lima jam upaya pemadaman. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran.
Risiko yang dapat membahayakan mencakup pengambilan detail sensitif seperti nama pengguna, jenis kelamin, usia, dan bahkan lokasi mereka.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved