Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAMPUAN sensoris anak merupakan salah satu fondasi tercapainya tahap tumbuh kembang anak yang sempurna. Meski tak banyak diperhatikan layaknya kemampuan motorik, nyatanya perkembangan kemampuan sensoris anak tidak boleh diabaikan.
Perkembangan sensoris anak adalah keterampilan seorang anak yang berhubungan dengan panca indera. Kemampuan sensoris anak meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, perasa, keseimbangan, hingga kemampuan anak dalam mengendalikan dan menggunakan setiap otot di tubuhnya.
Untuk membantu mengasah dan menstimulasi kemampuan sensoris anak, terdapat beberapa jenis mainan yang bisa dijadikan pilihan, berikut ini di antaranya.
Baca juga : Cegah Anemia, Pastikan Asupan si Kecil Cukup Zat Besi
Dok. Freepik
Playdough adalah salah satu jenis mainan anak yang sudah sangat umum ditemukan sejak lama. Namun, tak banyak yang tahu bahwa playdough juga termasuk salah satu jenis mainan yang dapat menstimulasi kemampuan sensori anak. Bermain playdough dapat melatih sensor peraba sekaligus melatih kelenturan motorik halus, yakni bagian jari anak.
Baca juga : Bunda, Begini Langkah Atasi Gangguan Tumbuh Kembang Anak
Dok. Freepik
Tak sedikit anak yang enggan memegang benda yang lengket jika mereka memiliki masalah sensoris. Karena itu, mengajak anak secara rutin bermain slime bisa menjadi pilihan sederhana tetapi menyenangkan. Slime dapat meningkatkan sensitivitas indera peraba anak.
Baca juga : Ini Alasan Pentingnya Mengajari Musik pada Anak Usia Dini dan Berkebutuhan Khusus
Dok. Freepik
Mengajak anak bermain di atas rumput statis secara rutin dapat membantu menstimulasi indera peraba dan syaraf-syaraf di kaki anak. Anak akan bisa mendapatkan banyak manfaat seperti lebih fokus, lebih tenang, hingga memiliki kemampuan mengendalikan tubuh dan otot-otot yang lebih baik.
Baca juga : IDAI: Rutin Pijat Dapat Tingkatkan Kemampuan Sensoris Anak
Dok. Amazon
Balance board berfungsi untuk melatih keseimbangan pada anak. Ajarkan anak untuk bermain seperti duduk dan berdiri di atas balance board. Kemampuan menjaga keseimbangan yang baik bisa membantu anak lebih fokus dan percaya diri dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Dok. Freepik
Untuk melatih indera pendengaran anak, cobalah membuat mainan berupa tabung suara. Selain membelinya, mainan ini bisa dibuat dengan memasukkan berbagai jenis benda berbeda ke beberapa kaleng bekas. Perdengarkan setiap bunyinya ke anak. Cara ini akan membuat anak lebih terbiasa dengan berbagai bunyi yang akan ditemui di lingkungannya.
(Z-9)
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved