Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIK sangat berpengaruh untuk kehidupan manusia, terutama dalam tumbuh kembang anak. Sudah banyak penelitian yang telah menemukan terkait pengaruh musik terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak.
Dalam acara Grand Launching Konservatori Musik Konsertis, di Restoran Telaga Seafood, Tangerang Selatan, pada (27/4), gitaris legendaris asal Perancis Jean Pierre Jumez berkata bahwa anak-anak harus mulai belajar musik dalam usia yang dini.
Alasannya, jelas Jean, adalah struktur manusia terbentuk ketika seseorang masih sangat muda. Pun demikian, dia menuturkan jangan memulai dengan alat musik yang rumit untuk anak-anak.
Baca juga : IDAI: Rutin Pijat Dapat Tingkatkan Kemampuan Sensoris Anak
“Jangan mulai dengan gitar, mulailah dengan pano, karena piano alat musik yang mudah, sementara gitar sulit untuk dimainkan,” tutur Jean.
“Jadi ketika seorang anak bisa memainkan musik, dia akan sangat senang, jadi mulailah mengajari musik di usia dini, 4 tahun,” tuturnya.
Di sisi lain, Pendiri Konservatori Musik Iqbah Thahir menyoroti studi yang mengatakan bahwa musik berpengaruh pada perkembangan fisik anak. Tak hanya studi di Indonesia, di Jepang pun ada penemuan serupa tentang pengaruh musik terhadap pertumbuhan bayi.
Baca juga : Inilah Tips Jaga Buah Hati agar Sehat Saat Perubahan Iklim
“Ada satu orang doktor, dari Universitas Indonesia (UI) waktu itu dia disertasi doktoralnya itu bunyinya, bahwa ternyata anak-anak bayi yang diperdengarkan musik-musik klasik sejak dini, pertumbuhan gigi gerahamnya lebih baik,” ujar iqbal
“Kemudian di Jepang, itu ada komposer yang merekam suara ibu yang lagi hamil, terus dibikin komposisi, ketika anak-anak bayi itu lahir, nangis diperdengarkan musik itu berhenti dia nangisnya. Karena mereka terbiasa dengan suara yang ada di dalam perut, ketika masih di dalam perut. Begitu hebatnya musik,” lanjutnya.
Tak lupa, Iqbal pun mengungkapkan fakta bahwa musik adalah metode terapi yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus.
Baca juga : Bermain Sambil Belajar, Jenis Permainan Sederhana Ini Banyak Manfaatnya untuk Anak Usia Dini
“Dan musik itu banyak sekali dipakai untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ADHD itu banyak metodenya pakai musik. Dan memang terapinya pakai musik anak-anak berkebutuhan khusus itu,” terangnya.
Karena pengaruh musik yang luar biasa terhadap tumbuh kembang anak, Iqbal membikin buku untuk menunjang pelajaran musik kepada anak. Buku itu ditujukan untuk anak berusia 4 hingga 8 tahun, untuk berbagai macam kebutuhan.
“Buku Piano dan Solfeggio, jadi menghafal nada, bernyanyi, dan segala macam,” tutupnya.
(Z-9)
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved