Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIK sangat berpengaruh untuk kehidupan manusia, terutama dalam tumbuh kembang anak. Sudah banyak penelitian yang telah menemukan terkait pengaruh musik terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak.
Dalam acara Grand Launching Konservatori Musik Konsertis, di Restoran Telaga Seafood, Tangerang Selatan, pada (27/4), gitaris legendaris asal Perancis Jean Pierre Jumez berkata bahwa anak-anak harus mulai belajar musik dalam usia yang dini.
Alasannya, jelas Jean, adalah struktur manusia terbentuk ketika seseorang masih sangat muda. Pun demikian, dia menuturkan jangan memulai dengan alat musik yang rumit untuk anak-anak.
Baca juga : IDAI: Rutin Pijat Dapat Tingkatkan Kemampuan Sensoris Anak
“Jangan mulai dengan gitar, mulailah dengan pano, karena piano alat musik yang mudah, sementara gitar sulit untuk dimainkan,” tutur Jean.
“Jadi ketika seorang anak bisa memainkan musik, dia akan sangat senang, jadi mulailah mengajari musik di usia dini, 4 tahun,” tuturnya.
Di sisi lain, Pendiri Konservatori Musik Iqbah Thahir menyoroti studi yang mengatakan bahwa musik berpengaruh pada perkembangan fisik anak. Tak hanya studi di Indonesia, di Jepang pun ada penemuan serupa tentang pengaruh musik terhadap pertumbuhan bayi.
Baca juga : Inilah Tips Jaga Buah Hati agar Sehat Saat Perubahan Iklim
“Ada satu orang doktor, dari Universitas Indonesia (UI) waktu itu dia disertasi doktoralnya itu bunyinya, bahwa ternyata anak-anak bayi yang diperdengarkan musik-musik klasik sejak dini, pertumbuhan gigi gerahamnya lebih baik,” ujar iqbal
“Kemudian di Jepang, itu ada komposer yang merekam suara ibu yang lagi hamil, terus dibikin komposisi, ketika anak-anak bayi itu lahir, nangis diperdengarkan musik itu berhenti dia nangisnya. Karena mereka terbiasa dengan suara yang ada di dalam perut, ketika masih di dalam perut. Begitu hebatnya musik,” lanjutnya.
Tak lupa, Iqbal pun mengungkapkan fakta bahwa musik adalah metode terapi yang ramah untuk anak berkebutuhan khusus.
Baca juga : Bermain Sambil Belajar, Jenis Permainan Sederhana Ini Banyak Manfaatnya untuk Anak Usia Dini
“Dan musik itu banyak sekali dipakai untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus yang ADHD itu banyak metodenya pakai musik. Dan memang terapinya pakai musik anak-anak berkebutuhan khusus itu,” terangnya.
Karena pengaruh musik yang luar biasa terhadap tumbuh kembang anak, Iqbal membikin buku untuk menunjang pelajaran musik kepada anak. Buku itu ditujukan untuk anak berusia 4 hingga 8 tahun, untuk berbagai macam kebutuhan.
“Buku Piano dan Solfeggio, jadi menghafal nada, bernyanyi, dan segala macam,” tutupnya.
(Z-9)
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Program ini akan hadir dalam berbagai edisi, baik akademik maupun non-akademik, sehingga setiap Si Kecil memiliki kesempatan untuk bersinar sesuai potensinya.
Tahap awal pembekalan akan difokuskan pada asesmen pertumbuhan anak untuk mendeteksi terjadinya gizi kurang, gizi buruk, dan obesitas yang dapat mengganggu perkembangan anak.
Tiga pilar utama kesehatan anak—pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan nutrisi seimbang—jadi kunci pencegahan untuk masa depan yang sehat dan cerah.
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Riset terbaru mengungkap 16% balita masih mengalami gejala gegar otak setahun setelah cedera.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved