Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur dalam Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terbongkar. Korban yang baru lulus SD itu mengalami trauma.
Aksi bejat yang dilakukan oleh empat pelaku itu pertama kali terungkap oleh guru sekolah korban yang melihat kondisi psikologis siswinya tidak seperti biasa. Guru itu kemudian menanyakan hal yang dialami korban. Setelah
mendengar kesaksiannya, guru tersebut melaporkan kejadian itu kepada keluarganya.
Kasatreskrim Polres Cimahi Ajun Komisaris Rizka Fadhila membenarkan pihaknya menerima laporan dugaan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur di wilayah Padalarang. "Kasus ini ditangani awal oleh Polsek Padalarang. Terduga pelaku berjumlah empat orang. Saat ini penyidikan ditangani oleh unit PPA Polres Cimahi dan terhadap para pelaku dilakukan penahanan," ujar Rizka, Selasa (31/5). Dugaan kasus pencabulan diperkuat dengan hasil visum yang membuktikan ada tindak kekerasan seksual yang dialami korban.
Terpisah, Ketua RT setempat, Sunar, mengaku menyaksikan langsung penangkapan empat pelaku pencabulan di Padalarang. Empat orang yang diamankan polisi ialah AS, 55, HR, 47, ED, 45, dan ZK, 17. "Pelaku ED diamankan Rabu. Tiga pelaku lain AS, HR, dan ZK diamankan Jumat sore. Saya dan Pak RW mendampingi penangkapan tiga pelaku karena mereka kebetulan warga saya semua," ungkap Sunar.
Baca juga: KM Ladang Pertiwi Tenggelam, Polda Sulsel Periksa 11 Orang
Dia menerangkan, salah satu pelaku ED bekerja sebagai office boy di Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat. Ia bahkan tega melakukan aksi bejatnya di area tempatnya bekerja. "ED tahu korban ini karena mungkin korban sering bermain di tempat itu (uji kir)," ucapnya.
Sedangkan HR merupakan pekerja serabutan di wilayahnya, AS seorang wasit yang biasa memimpin pertandingan sepak bola di luar daerah, serta ZK pelajar yang masih duduk di bangku SMA. "Mereka masih warga kita, tetanggaan. Kediaman mereka berada dalam satu lingkungan yang saling berdekatan. Khusus ZK, saya dapat laporan jika perilakunya memiliki kelainan sejak SMP. Dia suka genit kepada anak di bawah umur," lanjut Sunar. (OL-14)
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar konvoi kendaraan demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan pada malam pergantian tahun.
Pemprov Jawa Barat menetapkan upah minimum kota (UMK) Cimahi tahun 2026 naik sebesar Rp226.875 atau 5,87 persen dari Rp3.863.692 menjadi Rp4.090.567,99.
Untuk upah minimum sektoral (UMS) melenceng dari yang direkomendasikan
Para pedagang justru mengeluhkan penurunan omzet akibat sepinya pembeli.
Pelajar terinspirasi dari konten media sosial yang memperlihatkan aksi heroik personel Damkar dalam membantu urusan sipil
Demonstrasi militer dan parade serta pameran alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Juang TNI AD.
Seorang pria lansia berinisial OC, 77 tahun, warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diamankan oleh anggota Kepolisian setelah diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap sesama lansia.
Kasus pencabulan anak di Jakarta Selatan menjadi sorotan publik. Berikut adalah 5 fakta penting yang perlu diketahui, termasuk kronologi, bukti, dan penanganan korban.
Sepuluh anak korban pencabulan oleh guru ngaji bernama Ahmad Fadhillah di Tebet, Jakarta Selatan, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mereka berusia 9 hingga 12 tahun.
SEORANG guru ngaji di Tebet, Jakarta Selatan ditangkap oleh kepolisian terkait kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
POLISI menangkap dua pelaku pencabulan dan penganiayaan terhadap dua adik dari Bahar bin Smith. Dua pelaku berinisial YL dan EK ditangkap di lokasi yang berbeda.
PEGAWAI minimarket berinisial A, 23, di Jatiuwung, Kota Tangerang, melakukan perbuatan pencabulan terhadap anak laki-laki berusia 11 tahun di toilet minimarket.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved