Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR air laut pasang (rob) kembali merendam beberapa daerah di pantura Jawa Tengah. Bahkan banjir merendam hingga jalan nasional pada radius tujuh kilometer dari bibir pantai.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (23/5), ratusan rumah dan jalan perkotaan di pantura seperti Pekalongan, Kendal, dan Demak, Jawa Tengah, kembali terendam banjir air laut pasang (rob) dengan ketinggian 50-100 sentimeter. Banjir rob yang mulai datang pada Minggu (22/5) petang tersebut selain merendam ratusan rumah di pesisir pantai Kabupaten dan Kota Pekalongan juga merendam jalan raya di Kawasan Jarayu dalam radius lima kilometer dari bibir pantai.
Pada dini hari, banjir rob mencapai 100 sentimeter masih merendam kawasan padat penduduk di Kecamatan Pekalongan Utara, Barat dan Timur. Bahkan hingga Senin (23/5) siang beberapa kelurahan masih terendam sekitar 10-35 sentimeter.
"Rob cukup tinggi. Semalaman ratusan warga bertahan di rumah dengan aktivitas hanya di tempat tidur, di atas kursi atau meja," ujar Ratmi, 50, warga Panjang, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Baca juga: Banjir Rob Tinggi Landa Daerah Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Kondisi cukup parah terjadi di Kabupaten Demak. Ratusan rumah sepanjang pesisir Kecamatan Sayung, Karangtengah, dan Wedung terendam hingga 150 sentimeter. Bahkan banjir rob merendam jalan nasional yakni pantura di radius tujuh kilometer dari bibir pantai dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter. "Sebagian besar warga tidak bisa tidur semalaman karena banjir rob tinggi masuk ke rumah hingga 50 sentimeter," kata Malkan, 55, warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Hal serupa diungkapkan Sundari, 44, warga Bedono, Kecamatan Sayung. Akibat rob tersebut, lalu lintas di jalur pantura, terutama Sayung, mengalami ketersendatan cukup panjang. Kendaraan hanya berani berjalan merambat pada dua titik banjir.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan berbagai upaya mengatasi banjir rob terus dilakukan pemerintah, baik daerah, provinsi, maupun pusat. Beberapa wilayah banjir sudah dapat diatasi seperti Kota Semarang dengan pompanisasi dan polder.
Baca juga: Jembatan Retak, Akses Tuban-Bojonegoro Ditutup Total
Untuk Pekalongan, lanjut Ganjar Pranowo, saat ini dikerjakan tanggulisasi yakni membangun tanggul raksasa sebagai penahan air laut pasang agar tidak masuk ke darat serta program penghijauan di bibir pantai. Demikian juga di Demak. Pembangunan tol Semarang-Demak juga akan menjadi benteng mengatasi rob di kawasan ini, karena sepanjang Semarang-Sayung jalan tol dibangun di atas tanggul di sepanjang bibir pantai utara wilayah itu. "Jika semua pembangunan itu selesai, insyaallah rob dapat teratasi," imbuhnya. (OL-14)
Ratusan kendaraan harus antre panjang akibat melintasi banjir yang masih merendam Jalan Kaligawe Raya di ruas Jalur Pantura Semarang-Demak.
Sejak pagi petugas gabungan terdiri dari kepolisian dan dinas perhubungan telah melakuhan penjagaan di depan exit tol di Kabupaten Kendal dan Pemalang.
Sebagian besar kendaraan roda dua memilih melintasi tanggul sungai untuk menghindari banjir rob dan mogok, sedangkan kendaraan berukuran kecil melintas di jalur alternatif.
BMKG meminta warga di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Pekalongan dan Pemalang untuk kembali siaga banjir rob.
Di Kabupaten Demak banjir rob tidak hanya merendam sejumlah pemukiman warga di puluhan desa di empat kecamatan, tetapi juga merendam jalur Pantura Semarang-Demak di Kecamatan Sayung.
Kepadatan kendaraan di antaranya terlihat mulai perempatan Kanggraksan hingga perempatan Jalan Pemuda Kota Cirebon sepanjang lebih kurang 3 kilometer
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved