Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong agar desa wisata di Nusa Tenggara Barat bisa menjadi lokomotif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bulqis Chairina, Koordinator Pemasaran Pariwisata Nusantara Area IV Direktorat Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, saat Misi Penjualan Destinasi Prioritas untuk Pasar Nusantara di Prime Park Hotel and Covention Lombok, Kamis (19/5).
"Desa wisata adalah salah satu daya tarik yang dimiliki NTB. Destinasi ini tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya. Sebab, desa wisata memiliki keunikan dari unsur ekonomi kreatif, seperti karya tenun, seni tari, seni musik, seni ketangkasan serta kuliner," katanya membacakan sambutan Plt Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Martin M Paham.
Bulqis menjelaskan, dalam menyosialisasikan quick win, Kemenparekraf fokus pada lima destinasi superprioritas di antaranya Mandalika dan Labuan Bajo. "Salah satu programnya adalah pengembangan desa wisata dengan harapan dapat menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya di desa wisata yang telah terdampak pada pandemi covid-19," terangnya.
Baca juga: Angkasa Pura Bandara Sultan Hasanuddin Target 30 Ribu Penumpang Sehari
Berdasarkan anugerah desa wisata Indonesia (ADWI), sebanyak 50 desa wisata telah teridentifikasi di seluruh Indonesia. "Oleh karena itu, penganugerahan ini harus ditindaklanjuti dengan usaha promosi. Karena, hingga saat ini desa wisata masih memerlukan pengenalan lebih banyak kepada industri pariwisata maupun wisata Nusantara," lanjut Bulqis.
Ia menambahkan, perlu diadakan kolaborasi pada pelaku desa wisata, industri pariwisata khususnya pelaku perjalanan wisata dan media untuk sama-sama memperluas pemasaran desa wisata di Indonesia. "Kolaborasi ini akan direalisasikan dalam kegiatan pemasaran desa wisata Nusantara," tuturnya.
Bulqis menambahkan, kegiatan desa wisata difokuskan pada sosialisasi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan desa wisata. Sebagai bentuk kolaborasi kegiatan ini, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara melakukan perjalanan pengenalan dengan melibatkan pengelola desa wisata dan biro perjalanan wisata. Kegiatan famtrip bagi pengelola desa wisata dan agen perjalalan wisata atau travel agent desa wisata dengan tujuan terjadi kolaborasi di antara desa wisata dan travel agent.
Kedua, pemberian bimbingan teknis dengan materi yang akan disampaikan oleh narasumber yaitu, meningkatkan nilai ekonomi dengan kegiatan desa wisata, meningkatkan pemasaran produk secara daring (online), optimalisasi desa wisata dengan pemangku desa wisata. "Serta yang ketiga akan dilanjutkan dengan misi penjualan antara 10 desa wisata dan 50 travel agent," katanya.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno sangat mendukung kegiatan ini. "Semoga dengan diadakannya rangkaian kegiatan pemasaran desa wisata ini, dapat menginisiasi dan mendorong kolaborasi pemasaran desa wisata untuk pasar Nusantara," harapnya. (RO/S-2)
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
Pendapatan bulanan tempat wisata melonjak dari rata-rata Rp12 juta menjadi sekitar Rp32 juta per bulan, seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.
PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak lagi semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan.
"Desa wisata tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi wisatawan tetapi juga memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi lokal,"
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan promo spektakuler untuk tiket masuk Desa Bakti BCA melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA.
Para pengelola desa wisata ini mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata pada Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2025, Selasa (16/12) di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved