Senin 16 Mei 2022, 17:30 WIB

BIN Giatkan Lagi Vaksinasi di 10 Wilayah  Papua Barat

mediaindonesia.com | Nusantara
BIN Giatkan Lagi Vaksinasi di 10 Wilayah  Papua Barat

dok.humas
BIN Daerah Papua Barat tetap melaksanakan vaksinasi di 10 wilayah cegah pandemi terulang.

 

KESEMPATAN libur panjang akhir pekan dimanfaatkan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Barat untuk terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. 

Vaksinasi digelar bekerjasama dengan berbagai instansi setempat di 10 wilayah yakni Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kota Sorong.

Kabinda Papua Barat, Brigjen TNI V. S. Bayu Sasetyo menjelaskan   vaksinasi efektif melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19  serta menciptakan herd immunity. Selain itu, sebagai upaya mitigasi Covid-19 pasca libur lebaran guna melanjutkan fenomena penurunan kasus Covid-19.

“Program vaksinasi terus kita galakkan agar capaian vaksinasi di Papua Barat dapat maksimal dalam menyambut setiap rencana ke depan, salah satunya transisi menuju endemi ini,” kata Bayu dalam keterangannya, Senin (16/5).

Jenderal Bintang Satu ini juga menyampaikan rasa optimisnya jika vaksinasi terus dilaksanakan setiap hari, maka dapat memenuhi total target masyarakat yang telah menerima vaksin, terutama untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster. Dengan begitu, masyarakat sehat dan kuat serta siap untuk menyambut hal-hal baik ke depan.

“Terselenggaranya vaksinasi tidak lepas dari sinergitas antar instansi di daerah seperti Polda Papua Barat, Kodam XVIII/Kasuari dan stakeholder kesehatan terkait. Seperti di Manokwari Selatan, Binda Papua Barat bekerjasama sama dengan RSUD Pratama Elia agar penjenguk masyarakat sakit juga terlindungi dengan vaksin covid-19,” tambahnya.

Menurut Kabinda Papua itu, kerja keras dan gotong royong masih diperlukan, karena kewenangan untuk mengubah status pandemi menjadi endemi dimiliki oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), dengan merujuk setidaknya pada lima indikator. Di antaranya angka laju penularan kurang dari 1 persen, positivity rate kurang dari 5 persen, tingkat perawatan rumah sakit kurang dari 5 persen, rasio angka kematian kurang dari 3 persen, dan PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1. 

“Kelima indikator tersebut juga harus terjadi dalam rentang waktu enam bulan,” tandasnya. (OL-13) 

Baca Juga

DOK/IBIS BANDUNG TRANS STUDIO

Ibis Music, Cara Hotel Ibis Mendukung Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

👤Media Indonesia 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:15 WIB
Pertunjukan diselenggarakan Sabtu (25/6) di Ibis Bandung Trans...
DOK MI

Bea Cukai Bengkulu Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

👤Marliansyah 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:43 WIB
KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Provinsi Bengkulu, menyita sedikitnya 259 ribu batang rokok ilegal berbagai...
DOK MI

Jelang Idul Adha, Jabar Kerahkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

👤Navindri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 20:29 WIB
PEMPROV Jawa Barat (Jabar) mengerahkan 1.784 Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban (TPKHK) jelang Idul Adha...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya