Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat mengevaluasi kondisi pasca-Idul Fitri 1443 Hijriyah. Pasalnya, dikhawatirkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi selama libur berdampak terhadap penambahan kasus baru.
Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, menuturkan sejauh ini dari hasil evaluasi tidak terjadi penambahan kasus konfirmasi covid-19. Termasuk selama kurun libur Lebaran.
"Alhamdulillah, sampai saat ini di Kabupaten Cianjur sudah nol kasus. Tidak ada kasus sama sekali, apalagi kasus baru," kata Yusman, Selasa (10/5).
Sejauh ini, kata Yusman, di semua rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien covid-19, pun sudah tidak ada lagi yang dirawat. Bahkan di pusat isolasi yang berada di Vila Bumi Ciherang, Kecamatan Pacet, sudah sejak sebulan lalu tidak ada pasien yang ditangani.
"Ada empat rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien konfirmasi covid-19 di Kabupaten Cianjur. BOR-nya (bed occupancy rate) sudah nol. Di pusat isolasi juga sama, tidak ada yang dirawat," tutur Yusman.
Demikian pula di kalangan ASN, sebut Yusman, sejauh ini belum ada laporan yang terkonfirmasi positif covid-19 pasca cuti dan libur-Idul Fitri. Bagi kalangan ASN di Kabupaten Cianjur, kata Yusman, sudah diwajibkan menggunakan aplikasi untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.
"Sekarang kalau kebijakan antigen sudah tidak ada. Tapi Pemkab Cianjur mewajibkan semua instansi itu mengisi aplikasi Cekas atau cek kesehatan," ujar Yusman.
Dengan menggunakan aplikasi itu, tutur Yusman, bisa diketahui status kondisi kesehatan semua ASN. Jika tidak terdeteksi gejala yang mengarah konfirmasi covid-19, maka ASN bisa masuk kerja seperti biasa.
"Tetapi kalau ada yang sakit (mengarah ke gejala covid-19), harus segera mendatangi ke fasilitas kesehatan yang terdekat. Mereka (ASN yang sakit) tidak diwajibkan masuk kerja ke kantor," pungkas Yusman. (OL-15)
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved