Selasa 10 Mei 2022, 18:56 WIB

Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Di Cianjur Pascalibur Lebaran

Benny Bastiandy | Nusantara
Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Di Cianjur Pascalibur Lebaran

DOK MI
Ilustrasi

 

SATUAN Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat mengevaluasi kondisi pasca-Idul Fitri 1443 Hijriyah. Pasalnya, dikhawatirkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi selama libur berdampak terhadap penambahan kasus baru.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, menuturkan sejauh ini dari hasil evaluasi tidak terjadi penambahan kasus konfirmasi covid-19. Termasuk selama kurun libur Lebaran.

"Alhamdulillah, sampai saat ini di Kabupaten Cianjur sudah nol kasus. Tidak ada kasus sama sekali, apalagi kasus baru," kata Yusman, Selasa (10/5).

Sejauh ini, kata Yusman, di semua rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien covid-19, pun sudah tidak ada lagi yang dirawat. Bahkan di pusat isolasi yang berada di Vila Bumi Ciherang, Kecamatan Pacet, sudah sejak sebulan lalu tidak ada pasien yang ditangani.

"Ada empat rumah sakit yang menjadi rujukan bagi pasien konfirmasi covid-19 di Kabupaten Cianjur. BOR-nya (bed occupancy rate) sudah nol. Di pusat isolasi juga sama, tidak ada yang dirawat," tutur Yusman.

Demikian pula di kalangan ASN, sebut Yusman, sejauh ini belum ada laporan yang terkonfirmasi positif covid-19 pasca cuti dan libur-Idul Fitri. Bagi kalangan ASN di Kabupaten Cianjur, kata Yusman, sudah diwajibkan menggunakan aplikasi untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

"Sekarang kalau kebijakan antigen sudah tidak ada. Tapi Pemkab Cianjur mewajibkan semua instansi itu mengisi aplikasi Cekas atau cek kesehatan," ujar Yusman.

Dengan menggunakan aplikasi itu, tutur Yusman, bisa diketahui status kondisi kesehatan semua ASN. Jika tidak terdeteksi gejala yang mengarah konfirmasi covid-19, maka ASN bisa masuk kerja seperti biasa.

"Tetapi kalau ada yang sakit (mengarah ke gejala covid-19), harus segera mendatangi ke fasilitas kesehatan yang terdekat. Mereka (ASN yang sakit) tidak diwajibkan masuk kerja ke kantor," pungkas Yusman. (OL-15)

Baca Juga

MI/Ruta Suryana

Fogging Digencarkan di Denpasar Guna Antisipasi DBD dan Cikunguya

👤Ruta Suryana 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:14 WIB
"Kegiatan ini difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Denpasar melalui Puskesmas I Denpasar Barat melalui Koordinator...
MI/Palce Amalo

Standard Chartered-Plan Kucurkan Rp4,3 M untuk Latih Anak Muda dan Disabilitas

👤Palce Amalo 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:52 WIB
"Kami melatih 400 anak muda, 60% atau 250 orang di antaranya anak perempuan dan 100 orang disabilitas untuk industri craft dan akan...
MI/Depi Gunawan

Dinsos Jabar Dorong PMKS agar Lebih Produktif

👤Depi Gunawan 🕔Rabu 25 Mei 2022, 19:50 WIB
"Berbagai kegiatan seperti membuka usaha barber shop, membatik, melukis, menjadi desainer edukasi dan alih profesi lainnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya