Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Bali kini terus mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit hepatitis akut. Langkah yang dilakukan adalah dengan cara terus secara rutin melakukan pemantauan ke masyarakat melalui kerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, dokter spesialis anak di seluruh Bali dan juga tenaga kesehatan di desa-desa.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom saat mengatakan hingga saat ini di Bali belum ada yang terjangkit hepatitis akut. "Saat ini penyakit ini belum ada di Bali dan intinya kita di Bali harus waspada dan rutin melakukan pemantauan ke masyarakat melalui kerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas, dokter spesialis anak di seluruh Bali dan tenaga kesehatan di desa-desa," ujar I Nyoman Gede Anom, Sabtu (7/5).
Selain itu, pihaknya juga terus mengomunikasikan dan memberikan informasi serta edukasi terkait penyakit ini kepada masyarakat. Juga masyarakat diimbau agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat agar imun selalu terjaga.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor apabila ada anaknya mengalami gejala mual, muntah, diare, demam ringan serta yangm tiba-tiba kulitnya kuning atau matanya kuning," ujarnya. (OL-15)
Pada 15 April 2022, WHO menyatakan kejadian ini sebagai (KLB) hepatitis, kejadian ini terus bertambah dengan adanya laporan-laporan dari berbagai negara.
Apa sebenarnya penyebab penyakit hepatitis? Berikut penjelasan penyebab, gejala, dan bagaiamana kita mencegahnya.
Indonesia masuk dalam 20 negara dengan beban penularan Hepatitis yang besar di dunia
Adapun definisi dari kasus probable ialah hepatitis akut namun virusnya bukan termasuk hepatitis A-E dan SGOT atau SGPT > 500 IU/L.
Tema nasional dari Hari Hepatitis Sedunia tahun ini adalah “Mendekatkan Akses Pengobatan Hepatitis karena Hepatitis Tidak dapat Menunggu”,
Gejala Hepatitis sangat penting dipahami oleh orangtua untuk menjaga buah hati agar mengetahui penanganan yang tepat bagi buah hati.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved