Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH jatuh ketiban tangga. Perumpamaan itulah yang dialami petani di Kota Batu, Jawa Timur. Pinjaman modal kerja yang digelontorkan Petrokimia Gresik berupa sapi akhirnya menjerat petani dalam bekapan hutang.
Petani yang semula hidup damai akhirnya terpuruk setelah berurusan dengan Petrokimia Gresik. Penyaluran modal kerja yang semula mengusung spirit menyejahterakan petani dan peternak justru bermasalah.
"Saya menanggung hutang sapi di Petrokimia Gresik selama bertahun-tahun. Hutang itu berusaha saya bayar sebisanya," ungkap warga Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur, Syaifudin Zuhri, Senin (28/3).
Proses bayar dengan tanda terima kuitansi, bukannya transfer bank. Syaifudin mengungkapkan kasus ini bermula saat Petrokimia Gresik menyalurkan kredit modal kerja dalam bentuk sapi pada 2008 lalu. Saat itu, ia sebagai penjamin sekitar 20 sapi ke petani berbeda dengan agunan empat surat tanah.
"Seingat saya tidak ada perjanjian kontrak saat penyaluran kredit sapi," tuturnya.
Program sapi bergulir tapi berakhir berantakan. Sapi yang dipelihara petani ada yang sakit lalu mati. Problem lainnya, petani termakan isu bahwa sapi-sapi itu program hibah, bukannya kredit.
Menurut Syaifudin, sebagian sapi di petani saat itu diambil paksa oleh petugas Petrokimia Gresik tanpa adanya berita acara.
Selanjutnya, Syaifudin dianggap paling bertanggung jawab lantaran ia sebagai penjamin. Konsekuensinya, ia harus membayar hutang ratusan juta seluruh sapi yang digelontorkan ke petani.
"Sejak 2008, saya mengangsur ke petugas," imbuhnya.
Selama ini, Syaifudin mengaku hidup dalam tekanan dan kecemasan. Pasalnya, ia terus didatangi petugas penagih hutang dari Petrokimia Gresik. Sampai akhirnya, ia berniat melunasi hutang dengan catatan saat pelunasan, Petrokimia Gresik menyerahkan 4 agunan surat tanah miliknya.
Selain itu, ia minta penjelasan detail dari Petrokimia Gresik soal besarnya piutang macet agar masalah ini cepat selesai.
"Saya tidak tahu berapa total hutang karena petugas tidak pernah memberi rinciannya. Yang pasti sekarang saya ingin melunasi hutang itu," tegasnya.
Tetapi, proses melunasi hutang pun ribet. Menurut Syaifudin, petugas penagih hutang dari Petrokimia Gresik bernama Sony dan Hariadi yang berjanji akan menerima pelunasan hutang di Kota Batu pada Senin (14/3) tak muncul hingga Sabtu (26/3). Padahal, keduanya kerap ke rumah Syaifudin untuk menagih.
Sudah Pensiun
Terkait masalah ini, Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar menyatakan membutuhkan waktu untuk mencari data di bagian CSR.
Sedangkan Vice President CSR Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan menyatakan pelunasan hutang sangat mudah. "Tinggal kontak, datang, kita selesaikan administrasi, kita selesaikan. Kita lebih cepat dan murah dari bank," janjinya.
Terkait kredit sapi di Kota Batu pada 2008, Ihwan menyatakan petugas sudah pada pensiun sehingga perlu mencari datanya. Data program penyaluran kredit modal kerja sudah masuk dalam loker arsip durasi 5-10 tahunan. Kendati demikian, data itu masih ada dan tersimpan rapi.
"Sampai sekarang masih terdata termasuk yang macet beserta sertifikatnya (agunan). Bahkan, kami buatkan surat ke BPN. Kami minta BPN, sertifikat itu bukan hilang tapi masih menjadi agunan di Petrokimia Gresik," ujar dia.
Ihwan mengakui piutang macet mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar pada posisi tahun 2022. Angka sebesar itu bukan seluruhnya macet total sehingga istilahnya perlu relaksasi. (OL-13)
Baca Juga: Polri Bantah Anaktirikan Haris-Fatia demi Menko Luhut
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pemprov Kalsel saat ini sedang menyusun sistem pengelolaan CSR terintegrasi melalui sebuah aplikasi digital
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Tanpa Batas.
Memaknai perjalanan 19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina menggelar serangkaian kegiatan sosial.
Dua program tanggung jawab sosial PT Pertamina EP di Jawa Barat meraih predikat Bronze dalam ajang Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Petrokimia Gresik terus memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF).
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Petrokimia Gresik membuka Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 2026 bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1).
Petrokimia Gresik resmi meluncurkan tim bola voli putri, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPPI) untuk menyambut kompetisi bergengsi Proliga 2026.
Lomba gogoh iwak diharapkan dapat menjadi momentum untuk menarik minat generasi muda agar turut aktif memajukan sektor perikanan.
Petrokimia Gresik menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung upaya dekarbonisasi global yaitu pengurangan emisi karbon melalui penerapan strategi ekonomi sirkular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved