Senin 28 Maret 2022, 16:43 WIB

Kredit Sapi Petrokimia Gresik Bikin Petani Malang Merana

Bagus Suryo | Nusantara
Kredit Sapi Petrokimia Gresik Bikin Petani Malang Merana

dok.ant
Ilustrasi; peternak sapi

 

SUDAH jatuh ketiban tangga. Perumpamaan itulah yang dialami petani di Kota Batu, Jawa Timur. Pinjaman modal kerja yang digelontorkan Petrokimia Gresik berupa sapi akhirnya menjerat petani dalam bekapan hutang.

Petani yang semula hidup damai akhirnya terpuruk setelah berurusan dengan Petrokimia Gresik. Penyaluran modal kerja yang semula mengusung spirit menyejahterakan petani dan peternak justru bermasalah.

"Saya menanggung hutang sapi di Petrokimia Gresik selama bertahun-tahun. Hutang itu berusaha saya bayar sebisanya," ungkap warga Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jawa Timur, Syaifudin Zuhri, Senin (28/3).

Proses bayar dengan tanda terima kuitansi, bukannya transfer bank. Syaifudin mengungkapkan kasus ini bermula saat Petrokimia Gresik menyalurkan kredit modal kerja dalam bentuk sapi pada 2008 lalu. Saat itu, ia sebagai penjamin sekitar 20 sapi ke petani berbeda dengan agunan empat surat tanah.

"Seingat saya tidak ada perjanjian kontrak saat penyaluran kredit sapi," tuturnya.

Program sapi bergulir tapi berakhir berantakan. Sapi yang dipelihara petani ada yang sakit lalu mati. Problem lainnya, petani termakan isu bahwa sapi-sapi itu program hibah, bukannya kredit.

Menurut Syaifudin, sebagian sapi di petani saat itu diambil paksa oleh petugas Petrokimia Gresik tanpa adanya berita acara.

Selanjutnya, Syaifudin dianggap paling bertanggung jawab lantaran ia sebagai penjamin. Konsekuensinya, ia harus membayar hutang ratusan juta seluruh sapi yang digelontorkan ke petani.

"Sejak 2008, saya mengangsur ke petugas," imbuhnya.

Selama ini, Syaifudin mengaku hidup dalam tekanan dan kecemasan. Pasalnya, ia terus didatangi petugas penagih hutang dari Petrokimia Gresik. Sampai akhirnya, ia berniat melunasi hutang dengan catatan saat pelunasan, Petrokimia Gresik menyerahkan 4 agunan surat tanah miliknya.
Selain itu, ia minta penjelasan detail dari Petrokimia Gresik soal besarnya piutang macet agar masalah ini cepat selesai.

"Saya tidak tahu berapa total hutang karena petugas tidak pernah memberi rinciannya. Yang pasti sekarang saya ingin melunasi hutang itu," tegasnya.

Tetapi, proses melunasi hutang pun ribet. Menurut Syaifudin, petugas penagih hutang dari Petrokimia Gresik bernama Sony dan Hariadi yang berjanji akan menerima pelunasan hutang di Kota Batu pada Senin (14/3) tak muncul hingga Sabtu (26/3). Padahal, keduanya kerap ke rumah Syaifudin untuk menagih.

Sudah Pensiun

Terkait masalah ini, Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar menyatakan membutuhkan waktu untuk mencari data di bagian CSR.

Sedangkan Vice President CSR Petrokimia Gresik Muhammad Ihwan menyatakan pelunasan hutang sangat mudah. "Tinggal kontak, datang, kita selesaikan administrasi, kita selesaikan. Kita lebih cepat dan murah dari bank," janjinya.

Terkait kredit sapi di Kota Batu pada 2008, Ihwan menyatakan petugas sudah pada pensiun sehingga perlu mencari datanya. Data program penyaluran kredit modal kerja sudah masuk dalam loker arsip durasi 5-10 tahunan. Kendati demikian, data itu masih ada dan tersimpan rapi.

"Sampai sekarang masih terdata termasuk yang macet beserta sertifikatnya (agunan). Bahkan, kami buatkan surat ke BPN. Kami minta BPN, sertifikat itu bukan hilang tapi masih menjadi agunan di Petrokimia Gresik," ujar dia.

Ihwan mengakui piutang macet mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar pada posisi tahun 2022. Angka sebesar itu bukan seluruhnya macet total sehingga istilahnya perlu relaksasi. (OL-13)

Baca Juga: Polri Bantah Anaktirikan Haris-Fatia demi Menko Luhut

Baca Juga

Ist

Mahasiswa Muna Barat Kembali Desak Mendagri Berhentikan Penjabat Bupati

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:38 WIB
Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat-Jakarta (IMPMB-Jakarta) kembali melakukan berdemonstrasi damai di depan kantor Kementerian Dalam Negeri...
Dok. BSKDN Kemendagri

Tingkatkan Ekosistem Inovasi, BSKDN Berharap Bantaeng Jadi Binar dari Selatan untuk Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:34 WIB
Yusharto menuturkan Kemendagri terus mendorong daerah untuk melaporkan inovasinya ke pemerintah pusat melalui...
MI/ HO

Wamen ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Rumah Ibadah dan Lembaga Pendidikan di Kalbar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 09:18 WIB
Sekretaris Dewan Pembina PSI itu  berharap sertifikat yang diserahkannya dapat memiliki manfaat bagi banyak orang serta terhindar dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya