Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Sumatra Utara mengetahui cara pelaku merekrut para pekerja migran Indonesia (PMI) yang kapal mereka tenggelam di perairan Asahan pada Sabtu (19/3). Sebanyak 86 PMI ilegal yang diamankan dalam kasus ini berasal dari delapan provinsi.
"Mereka diajak oleh perekrut yang ada di daerahnya masing-masing," kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Jumat (25/3). Para perekrut yang disebut dengan agen itu menjanjikan bisa memberangkatkan orang bekerja di Malaysia. Calon pekerja diminta uang antara Rp4 juta hingga Rp6 juta dengan dalih untuk biaya angkut ke Malaysia.
Pada Kamis (17/3) pukul 15.00 WIB kapal mesin berangkat dari tangkahan Kuala Kapuas, Kota Tanjungbalai, dinakhodai H (Harianto) alias S (Suheri) dengan tiga anak buah kapal (ABK). Mereka diorganisasikan oleh seorang mandor yang masih diburu polisi.
Namun pada hari yang sama pukul 17.00 sesampainya di Kuala, Kabupaten Asahan, air laut surut sehingga kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan. Pada Jumat (18/3) pukul 00.30 air laut kembali pasang dan kapal melanjutkan perjalanan.
Kapal menyusuri alur sungai kecil di daerah Sei Nibung, Kabupaten Asahan. Sekitar pukul 02.00, di daerah itulah para calon PMI ilegal diangkut kapal.
Satu jam setelah itu kapal berlayar menuju Malaysia. Namun ketika akan memasuki perairan Malaysia, nakhoda khawatir mereka akan tiba di lokasi tujuan pada pagi hari karena akan mudah tertangkap petugas.
Karena itu nakhoda memutuskan menunda perjalanan dan menunggu di tengah laut sampai malam hari tiba. Namun saat itulah kapal mengalami masalah dan akhirnya tenggelam.
Baca juga: Lembaga Panglima Laot Aceh Barat Bangga Bersinergi dengan PT Mifa Bersaudara
Para calon PMI ilegal lalu ditolong kapal-kapal nelayan Indonesia yang melintas. Setelah itu proses evakuasi diselesaikan oleh tim SAR gabungan, termasuk Ditpolair Polda Sumut. (OL-14)
SEBANYAK 11 calon pekerja migran Indonesia asal Kalimantan Selatan yang akan berangkat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga ke Arab Saudi nonprosedural atau ilegal dipulangkan.
PMIĀ asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat tertahan di Tiongkok, negara tempatnya bekerja, akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Ketidakjelasan batas kebijakan inilah yang menimbulkan kebingungan dan menghambat penempatan resmi melalui jalur yang seharusnya legal
Negara tujuan terbesar pekerja migran Indonesia yaitu Taiwan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni house maid, caregiver, plantation worker (pekerja perkebunan), worker, domestic worker.
Anggota DPR RI Mercy Barends menyoroti kasus penyelundupan 9 WNA China di Perairan Tanimbar dan mendesak penegakan hukum tegas serta patroli laut diperkuat.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved