Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam upaya mendukung ketahanan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (Prodi PKK FT UNJ), menyelenggarakan Program Penyuluhan Fungsi Keluarga sebagai Upaya Optimalisasi Ketahanan Keluarga Migran Indonesia di Jepang. Program ini dilaksanakan secara hybrid pada Maret-Juni 2025, menyasar dua kota di Prefektur Aichi, Jepang, yakni Kota Toyota dan Kota Nishio.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi pengabdian kepada masyarakat antara UNJ dan dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yaitu PKBM Sekolah Nusantara di Kota Toyota dan PKBM Nishio Darussalam di Kota Nishio. Penyuluhan ini bertujuan untuk memperkuat peran dan fungsi keluarga migran Indonesia dalam menghadapi tantangan hidup di luar negeri.
Tiga dosen Prodi PKK FT UNJ yang menjadi narasumber dalam program ini adalah Prastiti Laras Nugraheni, Uswatun Hasanah, dan Hurriyyatun Kabbaro. Mereka membawakan empat materi utama, yaitu Manajemen Emosi Orangtua, Ketahanan Keluarga, Penguatan Fungsi Keluarga dan Pengasuhan, serta Manajemen Pangan Keluarga.
Cindya Ukhti, Ketua PKBM Sekolah Nusantara, menyatakan bahwa kehadiran tim UNJ merupakan jawaban atas kebutuhan riil para orang tua migran di Jepang.
“Sebelumnya kami ingin mengadakan kelas parenting, tetapi terkendala pemateri. Kehadiran UNJ sangat membantu,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (30/7).
Materi pertama mengenai Manajemen Emosi Orangtua membantu peserta mengenali emosi, pemicu stres, dan strategi regulasi emosi yang sehat. Dalam konteks migrasi, tekanan kerja dan isolasi sosial dapat memicu konflik dalam keluarga, terutama antara orang tua dan anak. Materi ini mendorong kesadaran akan pentingnya keseimbangan emosional sebagai pondasi ketahanan keluarga.
Uswatun Hasanah membawakan materi tentang Ketahanan Keluarga Migran, dengan menekankan pentingnya kemampuan adaptasi, fleksibilitas, dan komunikasi yang efektif. “Ketahanan keluarga menjadi kunci agar keluarga tetap utuh dan sejahtera meski menghadapi tantangan budaya, sosial, maupun ekonomi di luar negeri,” jelasnya.
Adapun Hurriyyatun Kabbaro dalam sesinya membahas Penguatan Fungsi Keluarga dan Pengasuhan. Ia mengkritisi fenomena “generasi stroberi” yang secara emosional rapuh akibat pola asuh permisif. “Pengasuhan yang ideal adalah kombinasi antara ketegasan dan kasih sayang,” tegasnya.
Sementara itu, Prastiti Laras Nugraheni memberikan edukasi seputar Manajemen Pangan Keluarga melalui Buku Saku Digital yang dirancang sebagai panduan praktis keluarga Indonesia di Jepang. Buku ini memuat informasi bergizi tentang perencanaan menu sehat, pengelolaan keuangan pangan, dan adaptasi konsumsi pangan lokal dengan tetap mempertahankan cita rasa Indonesia.
Program ini mendapat apresiasi luas dari peserta. Ketua Komunitas Toyota Indonesia Group, Heri Yaya, menyatakan harapannya agar kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin. “Program ini sangat bermanfaat. Kami butuh edukasi semacam ini secara berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta membagikan pengalaman mereka serta berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai strategi pengasuhan dan penguatan relasi dalam keluarga migran.
Melalui program ini, UNJ tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap diaspora Indonesia di luar negeri, tetapi juga memperluas peran institusi pendidikan tinggi dalam memperkuat ketahanan sosial dan budaya keluarga Indonesia di ranah global. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun jejaring dukungan keluarga migran Indonesia, serta membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, pengasuhan, dan pengembangan komunitas di luar negeri. (E-3)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
PENANGANAN bencana di Indonesia semakin membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif dunia usaha bersama lembaga kemanusiaan.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
PT Insani Baraperkasa bersama PT Resource Alam Indonesia (KKGI) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penanganan bencana Sumatra.
Rayakan HUT ke-130, BRI hadir sebagai mitra setia Pekerja Migran Indonesia lewat promo remitansi US$1,30 dan layanan digital lintas 11 negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
RYLAN Henry Pribadi, cucu konglomerat Indonesia Henry Pribadi, meninggal dunia pada 7 Januari silam.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
ANGGOTA DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri menyebut nilai-nilai Pancasila telah lama diadopsi oleh masyarakat Jepang menjadi filosofi dan standar moral.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved