Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam upaya meningkatkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Singapura, Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) bersama dengan Association of Employment Agencies-Singapore (AEA-S) menggelar acara Apjati-AEA-S Bilateral Agency Forum di Jakarta, Senin (21/7). Ketua Umum Apjati, Said Saleh Alwaini, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ada beberapa masalah dan tantangan yang sangat perlu dirundingkan kembali terkait dengan penempatan PMI di Singapura.
"Agendanya adalah bagaimana kita membangun sistem kolaborasi, kita mendiskusikan lagi skema-skema yang terbaik, yang terupdate untuk penempatan pekerja migran Indonesia ke Singapura, terutama di sektor domestik," kata Saleh.
Oleh karena itu, Apjati bersama dengan AEA-S akan membangun satu joint working group untuk agar bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi dan saran-saran baik ke pemerintah Indonesia maupun ke pemerintah Singapura ke depannya.
Joint working group ini, sambung dia, akan mempermudah mitra maupun nonmitra Apjati di negara tujuan dan juga bagi para pekerja migran untuk menyampaikan kekhawatiran dan masalah yang mungkin mereka miliki.
"Semuanya dilakukan untuk peningkatan jumlah penempatan dan tanpa mengesampingkan perlindungan PMI kita yang ditempatkan ke Singapura. Ini akan menjadi platform dan wadah bagi anggota dari setiap asosiasi untuk terhubung dan diharapkan menghasilkan kerja sama yang akan memperkuat dan meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran dari Indonesia ke Singapura," tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh Apjati yang mempertemukan pelaku usaha yang dalam hal ini adalah AEA-S.
"Singapura akan selalu memiliki tempat yang penting bagi pekerja migran domestik Indonesia dan juga caregiver nantinya. Sehingga kami selalu melihat kemungkinan-kemungkinan untuk perbaikan terkait dengan tata kelola. Ada beberapa tantangan yang dihadapi sehingga forum ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendiskusikan soal tantangan-tantangan tersebut dalam usaha untuk mencoba merumuskan apa solusi yang bisa diambil," sebut dia.
Pemerintah, lanjut Christina, selalu terbuka terhadap masukan-masukan yang ada dari pelaku usaha agar penempatan PMI di Singapura bisa berjalan dengan baik yang juga dibarengi perlindungan yang baik.
Sementara itu, President AEA-S, K Jayaprema menyampaikan bahwa Singapura telah bergantung pada pekerja rumah tangga dari Indonesia selama bertahun-tahun.
"Saya ingin mengatakan bahwa mereka masih merupakan sumber yang sangat penting, sumber yang sangat dapat diandalkan, dan masih banyak yang memilih untuk mempekerjakan pekerja rumah tangga migran dari Indonesia ke Singapura. Dan ini adalah pasar yang sangat besar dan sedang berkembang, pasar yang harus kita fokuskan," pungkasnya. (E-3)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
PENANGANAN bencana di Indonesia semakin membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif dunia usaha bersama lembaga kemanusiaan.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
PT Insani Baraperkasa bersama PT Resource Alam Indonesia (KKGI) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penanganan bencana Sumatra.
Rayakan HUT ke-130, BRI hadir sebagai mitra setia Pekerja Migran Indonesia lewat promo remitansi US$1,30 dan layanan digital lintas 11 negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved