Kamis 03 Maret 2022, 20:03 WIB

380 Tenaga Kesehatan Kota Tasikmalaya Terpapar Covid-19

Kristiadi | Nusantara
380 Tenaga Kesehatan Kota Tasikmalaya Terpapar Covid-19

Antara/Adeng Bustomi.
Seorang tenaga kesehatan duduk meluruskan kakinya usai memeriksa spesimen covid-19.

 

SEBANYAK 380 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terkonfirmasi positif covid-19 sejak awal Januari 2022 dan 250 orang dinyatakan sembuh. Penyebaran virus korona varian baru omikron masih terus mengalami penambahan setiap hari.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra mengatakan, penyebaran virus korona varian baru sudah menyebar di wilayahnya. Ini menyebabkan 380 tenaga kesehatan terkonfirmasi positif. Namun, untuk sekarang masih ada sekitar 150 orang kasus aktif harus menjalani isolasi terpusat (isolter).

"Untuk sekarang banyak nakes yang terpapar membuat Dinas Kesehatan merasa dilema. Pada satu sisi pimpinan daerah menginstruksikan agar nakes melakukan percepatan vaksinasi covid-19. Namun, apabila nakes dipaksakan, dikhawatirkan akan semakin banyak terpapar covid-19 apalagi penyebaran kasus yang terjadi di Kota Tasikmalaya cenderung dari varian baru omikron," katanya, Kamis (3/3/2022).

Ia mengatakan, pihaknya tetap berupaya agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa tetap berjalan seperti biasa. Meski hari libur, sejumlah puskesmas di Kota Tasikmalaya tetap melayani vaksinasi kepada masyarakat. Akan tetapi, jika melihat banyak para nakes terpapar, pihaknya sangat sedih. "Kalau ada yang menilainya para nakes bahagia, saya mending memilih pandemi tidak ada. Apalagi, nakes yang terkonfirmasi positif covid-19 memang tersebar di beberapa rumah sakit di Kota Tasikmalaya termasuknya klinik, puskesmas, dan antarnakes," ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengatakan berdasarkan pendataan terdapat 100 nakes positif covid-19 pada lonjakan kasus sekarang. Untuk kalangan nakes tersisa 20 orang masih aktif hingga mereka masih harus menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi terpusat lain. Namun, dari ratusan nakes yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah sembuh dan kembali memberikan pelayanan kesehatan.

"Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar covid-19 disebabkan profesi mereka berhubungan langsung dengan pasien hingga bukan tidak mungkin nakes tertular dari pasien, meski telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Para nakes lebih mudah terdeteksi karena selalu menjalani pengetesan swab dilakukan secara rutin dua pekan sekali. Sekarang pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa," paparnya.

Baca juga: Belasan Warga Binaan Lapas Jatim Dapat Remisi Nyepi

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut per 2 Maret 2022, telah terdapat 1.759 kasus aktif di antaranya 1.589 orang harus menjalani isolasi mandiri dan 170 orang isolasi di rumah sakit. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Vaksinasi PMK Di Sumsel Baru 80% Dari Target

👤Dwi Apriani 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:15 WIB
PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah mendapatkan 12.200 vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah...
DOK MI

Pemkab Bandung Barat Data Jumlah Ternak Mati Akibat PMK

👤Depi Gunawan 🕔Senin 04 Juli 2022, 18:43 WIB
PEMKAB Bandung Barat, Jawa Barat masih melakukan pendataan jumlah hewan ternak yang mati karena terjangkit penyakit mulut dan kuku...
Antara

Hewan Kurban di Sulawesi Tengah Cukup dan Bebas PMK

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Senin 04 Juli 2022, 18:28 WIB
Pemprov Sulawesi Tengah mencatat potensi ketersediaan hewan kurban pada tahun ini, yakni sapi 6.758 ekor, kambing 1.789 ekor dan domba 108...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya