Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara terus berupaya melakukan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun, untuk membentuk heard immunity (kekebalan kelompok). Namun, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, hingga saat ini Capaia Vaksinasi anak baru mencapai 10 persen.
"Vaksinasi anak dari usia 6 sampai 11 tahun di Kota Tidore baru mencapai kisaran 10%." Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Abd Majid Do. M. Nur kepada mediaindonesia.com, Kamis (3/3)
Menurut Abd Majid, rendahnya capaian vaksinasi untuk anak-anak karena izin dari orang tua. Pihaknya sudah mengupayakan vaksinasi untuk anak ini secara maksimal.
"Teman-teman di puskesmas sudah sosialisasi di sekolah-sekolah tetapi izin wali murid yang menjadi kendala," keluh Kadiskes Abd Majid.
Untuk itu Majid menghimbau, kepada seluruh warga masyarakat Kota Tidore Kepulauan agar mau bekerjasama. Khususnya dalam mendorong program vaksinasi untuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.
"Saya berharap seluruh warga masyarakat baik ibu-ibu dan om-om, vaksin ini dirancang khusus untuk covid bukan yang lain". Katanya
Ia melanjutkan, sebenarnya vaksin tidak berbeda dengan imunisasi seperti dulu yang bisa diterima semua kalangan, karena keduanya sama-sama meningkatkan imun tubuh.
Semntara itu, Kadis Kesehatan juga mengatakan karena Tidore sudah pada kategori aman, program vaksinasi massal sudah tidak lagi dibuka seperti sebelumnya.
"Jadi jika ada warga masyarakat kota tikep yang mau vaksin silahkan ke puskesmas di masing-masing kelurahan". Tandasnya. (OL-13)
Baca Juga: Pelajar Antusias Ikuti Lomba Casablanca Sekolah Sukma Bangsa Pidie
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved