Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah semakin melonjaknya penyebaran Covid 19, program vaksinasi yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dinilai belum maksimal.
Kondisi ini mendapat perhatian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menjadi bagian dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel.
"BPKP mendorong percepatan vaksinasi di Kalsel. Hal ini mengingat, capaian vaksinasi Covid-19 di Kalsel belum memenuhi harapan Presiden dan sebagian vaksin akan kadaluwarsa jika tidak digunakan. Stok vaksin tersebut harus segera digunakan agar tidak merugikan keuangan negara," ungkap Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel, Rudy M Harahap, Kamis (24/2).
Hingga pekan kemarin dari target 3.161.137 jiwa penduduk Kalsel, realisasi vaksinasi Dosis-1 baru sebanyak 85,91% (2.715.201 jiwa), Dosis-2 sebanyak 49,50% (1.564.801), dan Dosis-3 (booster) sebanyak 3,15% (99.644). Capaian tersebut masih di bawah capaian nasional, yaitu Dosis-1 sebanyak 90,65%, Dosis-2 sebanyak 67,04%, dan Dosis-3 sebanyak 3,94%.
Sementara itu, stok vaksin yang akan kadaluwarsa di Kalsel pada 28 Februari 2022 sebanyak 132.760 dosis, yang termasuk tertinggi di Indonesia. Di sisi lain sebanyak 7 dari 13 Kota/Kabupaten telah masuk kategori PPKM level 3, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.
"Pemerintah juga harus mulai menangani jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19 ini," tambah Rudy.
Untuk itu, BPKP Kalsel memiliki dua fokus besar pengawasan. Pertama, monitoring percepatan pelaksanaan vaksinasi dosis ke-2 serta booster. Kedua, monitoring percepatan penurunan kemiskinan ekstrem dengan penyaluran bantuan sosial terpadu, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako, Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan atau Warung (BTPKLW), serta Program Indonesia Pintar (PIP).
BPKP Kalsel akan melihat kesiapan para pihak dalam penyaluran bantuan sosial, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Satuan Pendidikan, Mitra Penyalur (PT Pos Indonesia dan Himbara), dan e-warong/agen bank.
"BPKP Kasel akan mengawasi program tersebut apakah dilaksanakan tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat manfaat, dan tepat administrasi," tegas Rudy.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim, mengakui kondisi vaksin yang akan memasuki masa kadaluarsa dan menyebut pihaknya terus berupaya mempercepat program vaksinasi di lapangan. Hingga Kamis (24/2) jumlah kasus positif Covid 19 di Kalsel terus bertambah menjadi 80.213 kasus, dengan jumlah penderita dirawat atau kasus aktif sebanyak 6.811 orang dan 333 orang lainnya dinyatakan suspect. (OL-13)
Baca Juga: Polresta Surakarta Sasar 9.000 Pelaku Ekonomi pada Vaksinasi Booster di Pasar Klewer
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved