Selasa 22 Februari 2022, 14:39 WIB

Kota Semarang Keluarkan Larangan Peredaran Daging Anjing

Akhmad Safuan | Nusantara
Kota Semarang Keluarkan Larangan Peredaran Daging Anjing

ANTARA FOTO/ MOHAMMAD AYUDHA
Ilustrasi penyelamatan anjing dari perdagangan

 

GUNA menjaga kesehatan warga, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengeluarkan larangan peredaran daging anjing karena konsumsi daging anjing dan hewan liar berisiko menyebabkan penyakit dan virus.

Kota Semarang merupakan daerah keempat yang melarang peredaran daging anjing, sebelumnya pelarangan serupa juga telah diterbitkan beberapa daerah lain yakni Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, Kota Salatiga dan Kota Malang (Jawa Timur). Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pun mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/426/ 524/ I/ 2022 tentang Pengawasan Terhadap Peredaran/Perdagangan Daging Anjing.

Surat edaran tersebut secara resmi telah diterbitkan sebagai upaya melindungi warga daerah ini dari penyakit yang dimungkinkan timbul dari daging anjing dan hewan liar lainnya, sehingga mulai efektif berjalan hari ini, Selasa (22/2).

Baca juga: Sudin KPKP Telusuri Pemasok Daging Anjing yang Pasar Senen

Sebagai tindak lanjut SE pelarangan peredaran dan perdagangan daging anjing, Pemerintah Kota Semarang juga mengeluarkan langkah dari mulai pencegahan, penyitaan, peringatan, sosialisasi dan edukasi serta berkoordinasi dengan Balai Uji Lab, balai veteriner, pengujian mutu serta pihak kepolisian.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan dalam rangka mengefektivitaskan surat edaran tersebut maka pada awal pelaksanaan diupayakan tingkat pencegahan yakni tidak menerbitkan sertifikat veteriner atau keterangan produksi asal hewan dari daging anjing dan tidak menerbitkan surat rekomendasi daging anjing serta pengetatan lalu lintas perdagangan daging anjing.

"Diharapkan Pemerintah Kota Semarang bisa lebih memberikan penegakan hukum berupa pemberian sanksi kepada warga yang secara langsung terlibat dalam perdagangan atau jual beli daging anjing di wilayah kota ini," ujar Hendrar Prihadi.

Sementara itu, berdasarkan data diterima, surat edaran tersebut merupakan upaya melindungi warga dari penyakit yang ditularkan dari daging anjing yakni rabies, infeksi parasit seperti E.Coli dan Salmonella serta larva parasit trikinosis.(OL-5)
 

Baca Juga

ANTARA/Andreas Fitri

Gubernur DIY Terima Bintang Tanda Jasa dari Kaisar Jepang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:10 WIB
Tanda jasa itu diserahkan oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji kepada Sri Sultan, disaksikan GKR Hemas bersama...
Dok. Pribadi

Legislator : Puncak Jaya Harus Masuk DOB Papua Pegunungan Tengah, Bukan Papua Tengah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:52 WIB
Agus menegaskan keputusan tersebut tidak tepat karena secara rentang kendali dan kemudahan akses, Kabupaten Puncak Jaya lebih tepat masuk...
ANTARA

1.400 Sapi Di Kuningan Telah Divaksin PMK

👤Nurul Hidayah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:05 WIB
RIBUAN sapi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sudah mendapatkan vaksinasi untuk pencegahan penyakit mulut dan kaki...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya