Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYA Rochaya tak berhenti mengucapkan kalimat takbir dan istigfar. Tepat pukul 15.00 WIB, Senin (21/2), tempat tinggal ibu rumah tangga berusia 60 tahun di Jalan Aria Cikondang Gang Harapan I Kelurahan Sayangn Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat itu diterjang badai.
"Allahhu Akbar. Allahu Akbar," ucap Yaya saat melihat hujan deras dan angin kencang disertai hujan es.
Sebelum terjadi badai, langit yang semula cukup cerah berubah menjadi gelap. Tak lama, turun hujan dengan intensitas sedang. Hanya dalam hitungan detik, hujan menjadi deras disertai angin kencang.
Di rumah Yaya, sejumlah tanaman pada pot berjatuhan. Di tengah kecemasannya, Yaya mendengar suara seperti orang melempar batu dari atap genteng rumahnya.
"Ternyata itu es. Sangat jelas bentuknya bulat kecil seukuran kuku kelingking orang dewasa," ungkapnya.
Yaya bersama anak dan cucunya sempat panik. Ia khawatir atap genteng rumahnya rusak karena hujan es.
Hujan disertai angin kencang dan hujan es tak berlangsung lama. Sekitarm pukul 15.20 WIB hujan berangsur reda. Pun hujan es ikut berhenti. "Ini baru pertama kali terjadi hujan seperti ini. Apalagi ada hujan esnya," pungkas Yaya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo, mengaku belum menerima secara keseluruhan dampak terjadinya cuaca ekstrem disertai fenomena hujan es. Saat ini personel BPBD sedang memantau dan melakukan asesmen.
"Kebetulan saya juga tadi sedang di jalan. Kalau yang saya saksikan sendiri ada pohon yang tumbang di sekitar Bayubud. Kalau yang lainnya kami belum menerima laporan," kata Rudi dihubungi Media Indonesia, Senin (21/2).
Ia menuturkan terjadinya fenomena hujan es merupakan dampak cuaca ekstrem. Sejauh ini tidak ada yang terdampak dengan fenomena hujan es.
"Potensi dampak hujan deras disertai angin kencang sangat tinggi. Alhamdulillah tadi tidak berlangsung lama. Hanya 15 menit," pungkasnya. (OL-15)
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Hampir Rp3 triliun ruang fiskal APBD 2026 tergerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved