Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menutup kawasan Alun-alun. Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran covid-19 maupun omikron yang sekarang kasusnya melonjak drastis.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, masyarakat Kabupaten Cianjur yang terpapar covid-19 setiap hari terpantau semakin meningkat. Herman mengaku harus mengambil kebijakan pembatasan dan penghapusan berbagai aktivitas masyarakat.
"Sekarang untuk Alun-alun Cianjur kita tutup sementara waktu. Kita khawatir penyebaran covid-19 maupun covid-19 semakin hebat," tegas Herman kepada Media Indonesia, Sabtu (12/2).
Herman meminta masyarakat memahami dengan kebijakan penutupan Alun-alun. Penutupan pun sifatnya hanya sementara karena didasari pertimbangan situasi dan kondisi penyebaran covid-19. "Mudah-mudahan nanti kalau misalkan covid-19 sudah mereda, kita akan membukanya lagi secara bertahap," terangnya.
Herman pun mengingatkan semua elemen pemerintahan terus menjaga kekompakan mengantisipasi dan menangani covid-19. Pun bagi masyarakat, tanpa diminta harus disiplin menerapkan protokol kesehatan serta menjalani vaksinasi.
"Dengan kekompakan, saya yakin kita bisa memutus mata rantai covid-19. Jangan sampai penambahan kasus ini berlangsung panjang karena kita tidak kompak dan mengabaikan protokol kesehatan," tegas Herman.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, menjelaskan saat ini dikuatkan kembali PPKM skala mikro berdasarkan kesepakatan unsur Forkopimda. Dengan PPKM skala mikro, maka semua elemen pemerintahan hingga tingkat bawah di lingkup RT dan RW ikut terlibat. "Pak Bupati bersama pak Kapolres, pak Dandim, dan pak Kajari, sepakat untuk memperkuat PPKM mikro hingga ke tingkat RT dan RW," kata Irvan.
Para ketua RT dan RW, sebut Irvan, juga diinstruksikan memantau warganya yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka harus bisa memastikan kondisi warganya serta mendata dan melaporkan. "Dengan melihat jumlah kasus Omikron yang makin tinggi, tidak menutup kemungkinan yang melakukan isolasi mandiri juga banyak," ucapnya.
Setiap ketua RT dan RW juga harus aktif memantau kebutuhan warga yang sedang isolasi mandiri. Dengan begitu maka budaya gotong-royong juga bisa semakin terjaga di kalangan masyarakat. "Pada prinsipnya, kita bersama-sama menanggulangi pandemi covid-19 ini. Kuatkan juga 3T (testing, tracing, dan tracking)," pungkas Irvan. (OL-15)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Dengan anggaran sebesar itu, tingkat kemantapan jalan ditargetkan bisa meningkat hingga 82%.
Terjadi tanah longsor di 17 titik yang kemungkinan bertambah, terputusnya jalan penghubung antara Kampung Hegarwangi dan Kampung Tipar di Kampung Datar Jeruk.
RUMAH di Kampung pasekon RT 03/17 Desa/Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Sabtu (28/3). Kobaran api yang diduga berasal dari ledakan tabung gas.
KETUA Majelis Kehormatan PDPI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas,Cianjur. Campak berisiko menyebabkan fatal
Kemenkes mengonfirmasi satu kasus suspek campak menyebabkan meninggalnya seorang dokter laki-laki, 26 tahun di Cianjur
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved