Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR ekonomi dan bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Mudrajad Kuncoro mengapresiasi warga Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, yang ternyata semakin kaya setelah mendapatkan ganti untung Pertamina setahun lalu.
Menurut Mudrajad, para penerima penggantian lahan memang harus bisa mengelola uang yang diterima dalam jumlah besar.
“Bagus itu. Itu artinya, warga bisa mengelola keuangan. Mereka mengalokasikan uang yang diterima untuk bisnis produktif,” kata Mudrajad kepada media pada Rabu (2/2).
Baca juga : Melalui PLTS, Pertamina Berdayakan Pelaku UMKM di Desa Tasikharjo, Tuban, Jatim
Menurut Mudrajad, kemampuan mengelola keuangan tidak hanya meningkatkan kemakmuran warga. Lebih dari itu, juga bisa menggerakkan perekonomian secara berkelanjutan.
Dalam konteks itu pula, Mudrajad menilai positif upaya Pertamina yang sebelum memberikan uang penggantian, terlebih dahulu memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan keuangan kepada warga Kecamatan Jenu. Apalagi, dalam pendampingan manajemen keuangan tersebut, Pertamina juga menggandeng LPPM Universitas Airlangga.
“Bimbingan Pertamina tersebut tepat. Apalagi, mengajak perguruan tinggi untuk bekerja sama,” kata Mudrajad.
Baca juga : Bupati Tuban Minta Warga Bijak Gunakan Uang Ganti Untung
Dan untuk ke depan, lanjutnya, bisa saja pendampingan di tempat lain dilakukan dengan melibatkan UKM Desa dan Bumdeas supaya lebih optimal.
“Karena ke depan, yang dibutuhkan, supaya warga bisa jadi entrepreuner dan sociopreneur. Caranya, bahwa uang penggantian lahan bisa untuk membuka awal bisnis dan modal usaha mereka,” jelas Mudrajad.
Terkait warga Kecamatan Jenu yang bertambah kaya setelah menerima uang penggantian dari Pertamina, dibenarkan Kepala Desa Beji, Kecamatan Jenu, Arifin.
Baca juga : Tender Proyek Kilang TPPI Tuban Potensi Rugikan Negara
Dia mengatakan, warga desanya kini hidup makmur dan memiliki tempat tinggal yang semakin bagus dari sebelumnya. “Malah rumah semakin bagus,” ujar Arifin.
Pernyataan Arifin, semakin mematahkan informasi yang sempat beredar, yang menyebutkan bahwa warga “Kampung Miliarder” tersebut kembali jatuh miskin.
Menurut Arifin, informasi tersebut memang tidak benar. Hal ini didasarkan pengamatannya bahwa kehidupan warga di desa Beji semakin justru semakin kaya dan meningkat kesejahteraannya.
Baca juga : Jadi Daerah Transit, Tuban Rentan Penularan Covid-19
Sebelumnya, bantahan bahwa warga kembali miskin, juga disampaikan Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Gianto.
“Sekarang ini kondisi warga malah tambah bagus. Tidak seperti diberitakan di televisi. Kalau ada yang demo-demo, itu bukan warga saya,” kata Gianto.
Gianto menjelaskan, warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu yang mendapat penggantian tersebut, memang bertambah makmur. Pasalnya, setelah menerima uang, warga menggunakan untuk membeli tanah yang lebih luas, di luar desa Sumurgeneng.
“Karena lahan di desa terbatas, akhirnya beli di luar desa. Misal kemarin punya 1 hektar, sekarang mereka punya 2 sampai 4 hektar. Jadi bisa dua kali lipat. Masih ada sisa uang,” kata Gianto menjelaskan.
“Sisanya buat beli rumah, bayar utang, atau beli mobil,” tamba Gianto. (RO/OL-09)
Pencapaian gelar guru besar merupakan puncak pengakuan akademik yang tidak diraih secara instan.
Universitas Satya Negara Indonesia secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Yusriani Sapta Dewi, M.Si. sebagai Guru Besar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik USNI.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset mencapai Rp12 triliun pada 2026. Itu disampaikan di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari berbagai perguruan tinggi
PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana riset hingga pada 2026 mencapai Rp12 triliun. Hal itu disampaikan presiden di hadapan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Presiden AS Donald Trump menuntut Harvard University membayar ganti rugi US$1 miliar.
perusahaan yang terbukti melakukan praktek illegal logging dan perusahaan sawit yang merugikan ekosistem sekitar harus membayar ganti rugi atas kerusakan di sumatra
Kasus hilangnya sebuah Tumbler Tuku milik seorang penumpang KRL kembali mengguncang media sosial Indonesia.
Dua remaja di Tiongkok diperintahkan membayar ganti rugi 2,2 juta yuan (sekitar US$309.000) kepada dua perusahaan katering, setelah aksi mereka buang air kecil ke dalam panci kuah hotpot
Pakar Sebut RUU KUHAP Harus Hargai Nilai HAM
Juri di North Dakota menyatakan Greenpeace bersalah atas pencemaran nama baik terhadap perusahaan minyak Energy Transfer dan diperintahkan membayar ganti rugi lebih dari US$650 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved