Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Viral Tumbler Tuku Milik Anita Dewi Hilang di KRL, Publik Balik Menyalahkan Penumpang

Muhammad Ghifari A
27/11/2025 19:33
Viral Tumbler Tuku Milik Anita Dewi Hilang di KRL, Publik Balik Menyalahkan Penumpang
Anita Dewi dan Suaminya, dan Tumbler Tuku.(Dok. X/Tanyarl)

Kasus hilangnya sebuah Tumbler Tuku milik seorang penumpang KRL kembali mengguncang media sosial Indonesia. Drama yang bermula dari laporan kehilangan barang ini kini melebar, menyeret nama PT KAI, memicu simpati publik, hingga berujung pada kabar pemecatan dua pihak yang terlibat, termasuk pemilik tumbler, Anita Dewi.

Awal Mula: Tumbler Tuku Hilang di KRL

Insiden terjadi pada Senin, 24 November 2025. Seorang penumpang bernama Anita Dewi menaiki KRL Commuter Line jurusan Tanah Abang–Rangkasbitung pukul 19.00 WIB.

Pukul 19.40 WIB, Anita turun di Stasiun Rawa Buntu dan baru menyadari bahwa cooler bag hitam miliknya tertinggal di bagasi gerbong wanita. Di dalamnya terdapat Tumbler Tuku biru seharga sekitar Rp300.000.

Petugas keamanan segera menindaklanjuti laporan dan berhasil menemukan cooler bag tersebut. Petugas bahkan mengambil foto sebagai bukti bahwa tas dan tumbler Tuku masih lengkap ketika ditemukan.

Sesuai prosedur, penitipan barang dilakukan di Stasiun Rangkasbitung sebagai stasiun tujuan akhir.

Tumbler Tuku Menghilang saat Pengambilan Barang

Keesokan harinya, Anita bersama suaminya Alvin Harris mendatangi Stasiun Rangkasbitung untuk mengambil barangnya. Namun, ketika cooler bag dibuka, Tumbler Tuku sudah tidak ada.

Merasa kecewa dengan proses penanganan barang hilang, Anita mengunggah keluhannya di Threads:

"TUMBLER TUKU-ku GONE atas ke-tidak tanggung jawab petugas PT KAI @commuterline."

Unggahan ini viral dan memancing perhatian publik, menyeret nama petugas PS KAI Commuter, Argi Budiansyah.

Penjelasan Petugas PT KAI dan Tawaran Ganti Rugi

Dalam percakapan yang tersebar di media sosial, Argi menjelaskan bahwa ia tidak sempat memeriksa isi tas karena kondisi stasiun sangat ramai saat serah terima barang. Ia juga memastikan tas disimpan di ruangan PS, tetapi saat hendak diperiksa, tas tersebut sudah terkunci.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Argi menawarkan:

  1. menggantikan Tumbler Tuku baru seharga Rp310.000
  2. Namun tawaran itu ditolak oleh Anita dan Alvin, yang menuntut:
  3. pemeriksaan CCTV
  4. evaluasi sesuai SOP PT KAI
  5. kejelasan hilangnya tumbler

Tuntutan Publik & Dampak Viral: Petugas Terancam Dipecat

Setelah unggahan viral, muncul kabar bahwa Argi telah diberhentikan oleh perusahaan outsourcing penyedia layanan frontliner. Dalam pesan pribadinya, Argi mengaku:

  • pekerjaannya terancam,
  • sumber penghasilan satu-satunya berada “di ujung tanduk.”

Publik yang awalnya bersimpati kepada Anita berbalik arah, menilai ia dan suaminya terlalu menekan petugas. Gelombang dukungan untuk Argi pun bermunculan, termasuk karangan bunga yang dikirim ke sejumlah stasiun.

Plot Twist: Anita Dewi Dipecat dari Perusahaannya

Drama semakin memuncak ketika beredar surat resmi bahwa Anita Dewi diberhentikan dari jabatannya di kantor tempat dia bekerja.

Dalam surat pernyataannya, manajemen PT Daidan Utama menyebutkan bahwa, tindakan Anita dalam kasus Tumbler Tuku, serta kegaduhan publik yang ditimbulkan dinilai tidak sejalan dengan etika dan nilai perusahaan.

Dengan demikian, kasus ini tidak hanya melibatkan Tumbler Tuku yang hilang, tetapi juga berdampak pada karier dua orang: petugas KRL dan si pemilik Tumbler, Anita Dewi.

Kesimpulan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa, drama kecil dapat berubah menjadi isu nasional, unggahan media sosial dapat membawa konsekuensi serius, dan penanganan barang hilang membutuhkan transparansi & SOP yang kuat.

Drama Tumbler Tuku-PT KAI-Anita Dewi kini menjadi viral. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik