Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Seorang perempuan berinisial Aisyah (18) meninggal dunia setelah tertemper kereta api di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (21/1) sore sekitar pukul 17.50 WIB. Korban diduga melompat ke jalur rel dari area peron saat kereta melintas.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika Kereta Api Gajayana melintas di jalur tersebut.
“Petugas Pengamanan Stasiun Gondangdia yang bertugas di Peron 1 mendapati seorang pengguna melakukan tindakan berbahaya dengan melompat ke rel saat kereta api jarak jauh melintas,” ujar Karina dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Petugas stasiun kemudian segera menuju lokasi di ujung Peron 1 untuk melakukan evakuasi. Korban sempat dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun untuk pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke RS PGI Cikini.
“Pengguna mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” kata Karina.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban masih dalam kondisi bernyawa saat dievakuasi dari lokasi kejadian, namun meninggal dunia di dalam ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit. KAI Commuter menyatakan penyesalan atas insiden tersebut dan kembali mengimbau seluruh pengguna jasa kereta api untuk selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi aturan di area stasiun.
“Kami mengingatkan pengguna untuk tidak berdiri melewati garis aman saat menunggu perjalanan kereta di peron,” tambah Karina.
Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.
(E-3)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved