Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN yang melanda Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat infrastruktur perpipaan air bersih rusak berat. Akibatnya ribuan warga yang ada di Kabupaten Ende terancam krisis air bersih.
Direktur PT. Tirta Kelimutu Yustinus Sani mengaku hujan deras yang terjadi Rabu (19/1) membuat 37 batang pipa jaringan air milik PDAM Ende terbawa banjir. Akibatnya sekitar empat ribuan lebih pelanggan terancam krisis air bersih.
Menurut dia, pipa yang hanyut terbawa banjir ini merupakan bantuan dari pemerintah Hungaria. Yang mana, pipa tersebut melayani pasokan kebutuhan air bersih bagi warga yang ada di Roworeke, Dolog, Boabawa, Arubara, Jalan Irian Jaya, sebagian Jalan Kelimutu, Jalan Pahlawan, Jalan Banteng, Jalan Sudirman, dan Jalan Garuda.
"Ada 37 batang pipa yang hanyut. Selain itu sarana pendukung lainnya yang juga ikut terbawa air. Itu pipa yang terbawa air itu harganya per batang Rp 9 juta belum ditambah aksesoris, pajak dan transportasi. Jaringan pipa yang rusak ini mengambil sumber air dari kali Wolowona yang akan di produksi di bak penampungan di KM.08. Jadi kami perkirakan ada 3 sampai 4 ribu pelanggan kami yang tidak bisa terlayani untuk sementara waktu," ungkapnya.
Dia pun mengaku kerugiaan pipa ini akibat banjir ini diperkirakan mencapai Rp500 juta Untuk itu kata dia, nantinya pemenuhan air bersih untuk wilayah Roworeke dan sekitarnya akan dilayani dengan mobil tangki. Sementara untuk wilayah perkotaan, pihaknya akan menempuh skema dari jadwal pelayanan dua hari sekali menjadi 5 atau 6 hari sekali.
"Jadi dari yang biasanya air keluar dua hari sekali, akan menjadi 5 atau 6 hari sekali airnya baru keluar sampai perbaikan selesai dilakukan," jelas Sani.
Ia mengaku tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan, mengingat kerusakannya cukup serius serta membutuhkan dana kurang lebih Rp500 juta. (OL-15)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved