Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar vaksinasi COVID-19 secara serentak di 12 wilayah. Sasarannya sebanyak 14.000 orang.
Kabinda Jateng, Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan, vaksinasi dilakukan terhadap masyarakat umum secara massal maupun door to door. Selain itu, vaksinasi juga menyasar anak-anak usia 6-11 tahun.
"Mengingat anak-anak juga rentan tertular virus COVID-19, sehingga kami perlu dukungan orangtua dan seluruh pihak untuk suksesnya pelaksanaan vaksin ini," ujar Sondi Siswanto, Rabu (19/1).
"Kami berharap orangtua siswa paham pentingnya vaksinasi untuk anak mereka di tengah pandemi saat ini," sambung dia.
Dia mengungkapkan, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menarik minat anak-anak dalam mengikuti vaksin. Salah satunya adalah mengajak anak-anak bermain sehingga mereka tidak merasa takut.
"Seluruh upaya vaksinasi kami lakukan, agar anak-anak mau divaksin dan varian baru COVID-19 tidak menyebar di Jateng. Tidak lupa juga kami tetap memberikan edukasi tentang protokol kesehatan (prokes)," kata dia.
Binda Jateng juga menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga atau Booster. Adapun ke-12 wilayah yang menggelar vaksin adalah Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Magelang, Wonosobo, Kebumen, Grobogan, Jepara, Sukoharjo, Boyolali, Kota Semarang, Batang dan Tegal. (OL-13)
Baca Juga: Gubernur Jatim Minta Lokasi Isoter Dimaksimalkan
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
BSKDN Kemendagri mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk memperkuat inovasi daerah melalui penyusunan policy brief
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved