Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SALIFAH, 54, warga Kecamatan Gandus Palembang, rela berangkat ke Pasar Gandus sejak pukul 06.30 WIB. Dengan mengayuh sepeda tua miliknya, Salifah menuju pasar yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumahnya, dengan harapan besar mendapat minyak goreng murah.
Sehari sebelumnya, Salifah sudah mendapatkan informasi dari tetangganya bahwa akan ada operasi pasar di Pasar Gandus. Nenek dari 3 orang cucu ini pun mengaku, saat ini mengalami kesulitan karena harga pangan yang melonjak.
''Minggu-minggu kemarin, telur dan ayam naik. Cabai juga, tapi cabai kami tanam sendiri dirumah jadi tidak begitu terasa. Sekarang minyak goreng dan beras yang naik. Kemarin tetangga rumah kasih kabar kalau ada operasi pasar murah, jadi saya bela-belain pergi pagi ke pasar,'' jelasnya, Jumat (14/1/2022).
Setelah tiba di pasar, ternyata ia harus menunggu karena operasi pasar belum dimulai. Setelah hampir satu jam lebih menunggu, akhirnya Pemerintah Kota Palembang pun memulai kegiatan operasi pasar di pasar itu.
''Saya ikut antrean panjang, karena saya memang datang dari pagi, maka saya ada di antrean depan dan tidak menunggu lama untuk bisa mendapatkan minyak goreng murah,'' kata dia.
Ia mengungkapkan, harga dalam operasi pasar itu sangat jauh berbeda dengan harga yang dijual saat ini di toko atau di warung. ''Kalau beli di toko di pasar, minyak goreng sekitar Rp19.000 bahkan ada yang Rp20.000 per liternya. Kalau di operasi pasar ini harganya Rp14.000 per liter. Namun pembeliannya dibatasi satu orang dua liter,'' jelas Salifah.
Meski dibatasi, ia sangat bersyukur bisa pulang ke rumah membawa dua liter minyak goreng. ''Setidaknya aman untuk satu bulan ke depan. Bisa masak dengan minyak goreng yang harganya murah,'' kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau pelaksanaan operasi pasar murah mengatakan, saat ini memang harga sejumlah komoditas pangan sedang fluktuatif. Karenanya pihaknya akan terus menggelar operasi pasar agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang murah.
''Operasi pasar murah seperti ini tentu akan sangat membantu masyarakat menengah kebawah. Karena memang saat ini harga sembako ada beberapa yang tinggi. Salah satunya minyak goreng, karenanya dengan operasi pasar seperti ini, bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,'' jelasnya.
Meski begitu, Fitrianti meminta dan mengimbau agar masyarakat Kota Palembang tetap berhemat dalam menggunakan bahan pangan pokok. Untuk bahan pangan seperti cabai, tomat dan sayur mayur, Fitrianti meminta agar masyarakat Palembang giat dan aktif menanam sendiri dirumah.
''Jadi pengeluaran bisa lebih dihemat. Kami imbau agar semua rumah tangga bisa menggalakkan kemandirian pangan di rumah mereka masing-masing,'' pungkasnya. (DW/OL-10)
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan produksi dan stok crude palm oil (CPO) nasional dalam kondisi aman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng selama Ramadan.
Untuk pembelian MinyaKita, satu konsumen dibatasi maksimal 12 liter atau satu karton.
Holding Perkebunan PTPN III melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan jelang Lebaran.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved