Kamis 13 Januari 2022, 20:07 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pariaman Meningkat Pada 2021

Yose Hendra | Nusantara
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pariaman Meningkat Pada 2021

Medcom
Ilustrasi

 

SEPANJANG 2021, terjadi 51 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Hal ini meningkat dibanding tahun 2020 yang berjumlah 32 kasus.

"Dari jumlah tersebut, 27 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh orang dekat, 7 kasus anak berhadapan dengan hukum, kekerasan psikis di sekolah 1 kasus, dan 16 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan di Kota Pariaman. Semua kasus telah diselesaikan dengan baik dan cepat," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit.

Kasus yang telah terjadi tersebut dapat terselesaikan dengan beberapa cara, antara lain mediasi, disversi, pemulangan ke orang tua, dan dirujuk ke panti rehabilitasi. Untuk kondisi saat ini, semua yang berkasus telah dalam kedaaan baik dan selalu dilakukan pengawasan oleh DP3AKB Kota Pariaman.

"Meski saat ini, para korban dalam kondisi baik, mereka semua tetap dalam pengawasan kita. Hal ini kita lakukan agar mereka tidak kembali terjerat dan tidak ada lagi kejadian-kejadian yang membuat traumanya kembali hadir. Kalau dibandingkan dengan 2020, bisa dikatakan kasus pada 2021 jauh meningkat," tambahnya.

Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan pada 2021 dikarenakan meningkatnya kepedulian terhadap perempuan dan anak oleh masyarakat sekitar. Hal ini merupakan tindakan yang sangat baik. Tidak hanya itu, DP3AKB Kota Pariaman terus melakukan sosialasasi sampai ketingkat desa sehingga masyarakat bisa menyadari bahwa derita perempuan dan anak adalah derita bersama.

"Untuk menekan jumlah kasus tahun ini, kita akan membentuk  pusat pembelajaran keluarga (puspaga) serta melaunching Desa Ramah  Perempuan Peduli Anak (DRPPA),"  terangnya.

Ia berharap kasus terhadap perempuan dan anak untuk Tahun 2022 bisa berkurang dari Tahun 2021 bahkan kita bersama berharap tidak ada lagi kasus tersebut ditahun ini. Untuk semua orangtua agar terus lakukan pengawasan terhadap anak dan pererat komunikasi sehingga apa yang terjadi dengan anak- anak disekolah dapat diketahui langsung oleh para orang tua. (OL-15)

 

Baca Juga

Antara

Vaksinasi Anak di Belitung Capai 54,82 Persen

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 16:36 WIB
Dinkes Belitung menargetkan pelaksanaan vaksinasi bagi 16.434 anak usia 6-11 tahun di daerah itu selesai pada akhir...
Mi/Gabriel Langga

Divonis Jantung Bocor, Nela Bertahan Hidup dengan Mengandalkan Obat

👤Gabriel Langga 🕔Minggu 16 Januari 2022, 12:05 WIB
Dalam aktivitas kesehariannya, anak ketiga dari dua bersaudara itu tidak bisa bermain seperti anak lainnya, karena ia tidak boleh...
Dok Samas

Komunitas Sepeda Samas-Bali Dukung Kebangkitan Pariwisata Bali

👤Media Indonesia 🕔Minggu 16 Januari 2022, 12:05 WIB
Komunitas sepeda dukung kebangkitan pariwisata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya