Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEPOLISIAN menyelidiki kasus keracunan makanan puluhan siswa dan ibu hamil serta balita di Padang, Sumatra Barat, Rabu (12/1).
Kapolsek Kuranji Ajun Komisaris Suherman menyebutkan, pedagang berinisial K, 34, diamankan pihaknya untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. "Kami meminta keterangan karena ini kan menyangkut banyak korban. Tadi sudah diperiksa oleh tim penyidik di Mapolsek Kuranji," ujarnya, Rabu (12/1).
Peristiwa keracunan makanan bakso mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban keracunan sekitar 30 siswa dan siswi SDN 29 Gunung Sariak dan 5 warga setempat, termasuk seorang ibu hamil dan balita.
Gejala yang dialami pasien nyaris sama, yaitu mual, muntah, sakit perut, dan lemas. Dari para korban, ada yang sudah mulai membaik dan ada pula yang masih dirawat.
Baca juga: Jalan Lintas Padang-Bukittinggi Ambles, Lalu Lintas Terganggu
Suherman mengatakan, pedagang tersebut hanya diminta keterangan terkait dagangannya. Dia mengatakan, pedagang itu tak ditahan. Begitu juga gerobak motor yang dipergunakan untuk berjualan. Namun, pihaknya tetap menyita sampel bakso untuk diuji laboratorium oleh BPOM. (Ol-14)
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
Sebuah boat penyeberangan sepanjang 12 meter yang mengangkut rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat terbalik di tengah perjalanan akibat cuaca buruk.
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menegaskan komitmennya dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan dan siap bersaing yang mampu bekerja di dunia kerja internasional.
SMAN 2 Painan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sekolah ini adalah salah satu sekolah yang proposalnya menyandang predikat finalis.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ikut menyumbang inflasi 3,14% (mtm), terutama karena naiknya harga emas perhiasan 12,21%.
Apabila kamu berada di dalam lift saat gempa, segera tekan semua tombol untuk mencoba membuka pintu lift.
Massa tetap bertahan di jalan lingkar walau diberondong gas air mata. Sesekali mereka merangsek ke depan Mapolda ketika efek gas air mata sudah memudar.
Aparat di lapangan agar lebih persuasif dan humanis, serta tidak bertindak brutal dalam mengamankan warga
PP KAMMI menilai insiden pelindasan seorang peserta aksi oleh polisi menggunakan mobil taktiks Baracuda menambah panjang daftar tindakan represif aparat dalam menangani demonstrasi.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
LBH Jakarta menegaskan aparat kepolisian harus menjamin kebebasan berekspresi dan tidak bersikap represif dalam menghadapi gelombang aksi massa dalam unjuk rasa di DPR dan wilayah Jakarta
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved