Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI abal-abal alias gadungan, berinisial SWG alias Aris Setiawan, 38, warga Dusun Kasihan, Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menipu janda kaya. Karena percaya sosok Polisi, janda berinisial SH, 35, warga Sukapancar, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, rugi mencapai ratusan juta.
SWG yang mengaku sebagai anggota Polisi berpangkat AIPDA bertugas di Reserse Polres Semarang, ternyata sudah menipu empat orang perempuan lainnya. SH adalah korban keempatnya dan yang memberanikan diri melaporkan perbuatan SWG ke Polres Tasikmalaya Kota, pada 21 Desember 2021.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Azshari Kurniawan mengatakan, usai menerima laporan dari korban yang juga sebagai pengusaha dari Bayuasin, Sumatra Selatan. Berbekal dari laporan dan petunjuk yang disampaikan korban, petugas pun mulai memburu pelaku.
"Tersangka ini telah berbohong kepada para korban dan mengaku sebagai anggota polisi. Modusnya itu, pelaku SWG meminjam uang kepada para korban dan janjinya akan pengembalian uang dengan menjaminkan SK Polisi, sebenarnya pelaku bukan anggota Polisi," kata Kapolres Azshari, Rabu (12/1/2022), di Mako Polres Tasikmalaya Kota.
Awal kejadian tersebut, jelas Kapolres, bermula saat korban dan pelaku berkenalan melalui aplikasi Hawaya atau pencarian jodoh untuk muslim. Dari situ, keduanya saling kenal dan bertukar nomer WA sampai melanjutkan michat. Dalam michat tersebut pelaku mengaku bernama Aris Setiawan dan bekerja sebagai anggota Polisi dari Polres Semarang berpangkat AIPDA bagian Reserse.
"Pelaku maupun korban setelah melakukan komunikasi melalui nomer WA hingga chat itu, kemudian pelaku menemui korban SH ke rumahnya di Blora, Jawa Tengah, dengan alasan akan membeli hollo untuk merenovasi rumah pelaku meminjam uang kepada SH sebesar Rp5,5 juta. Pelaku meminjam uang kembali senilai Rp4 juta untuk membeli HP dan pelaku meminjam lagi uang dengan alasan untuk membeli mobil mercy, sepeda motor, renovasi rumah dan biaya BOP," ujarnya.
Korban SH, jelas Kapolres, total telah meminjamkan uang sebesar Rp300 juta. Pelaku membuat korban yakin karena menunjukkan SK Polisi, dan berjanji akan mengembalikan uang pinjaman tersebut menunggu proses pencairan SK Polisi yang akan dijaminkan ke bank.
"Pelaku kami tangkap dan menyita barang bukti di antaranya 11 lembar bukti setor transfer bank, satu buah kemeja lengan panjang, warna putih, satu dasi warna merah, satu buah masker warna hitam logo TNI POLRI, satu buah topi polisi, satu unit mobil Mercedes B, type C200 Kompressor, satu unit sepeda motor. Atas perbuatannya itu tersangka dijerat pasal 378 KUHPidana dan terancam 4 tahun penjara," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: Biadab, Anak di Bawah Umur Diperkosa Kakak Iparnya sejak 2020
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Dalam penanganan ini, kepolisian bekerja secara paralel mengumpulkan data antemortem (data fisik korban sebelum meninggal) dan post-mortem (data fisik dari jenazah).
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Reonald memandang KUHAP baru malah lebih melindungi hak asasi manusia (HAM), baik korban, tersangka, dan saksi.
Komisioner kompolnas Mohamad Choirul Anam mengatakan Dofiri adalah sosok yang dihormati di internal kepolisian.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit menyampaikan apresiasi kepada presiden lantaran atensi yang diberikan kepada anggota Polri.
Pelaku diringkus tim gabungan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Bekasi, dan unit Reskrim Polsek Tambun.
Polda Metro Jaya melakukan investigasi secara internal terhadap para petugas yang bertugas mengamankan pada saat aksi unjuk rasa berlangsung.
Ade Rahmat mengatakan usai peristiwa, pihaknya menemukan beberapa video yang beredar. Video itu diduga dipotong-potong dan diberi narasi.
DUA penjambret berinisial SNA, 21, dan APR, 27, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, mengaku kerap mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu setiap kali menjalankan aksi jahat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved