Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dapat menempati Hunian Tetap (Huntap) bantuan pemerintah melalui BNPB, pada. Minggu (31/12) kemarin. PT Sakura Makmur Lestari (Tatalogam Group) selaku aplikator yang ditunjuk untuk membangun huntap ini, menyerahkan rumah instan DOMUS kepada pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani menuturkan, kehadiran Huntap ini adalah sinergi dan kolaborasi yang manis dari semua pihak.
“Saya terima kasih banyak. Masukan yang datang dari warga jadi senjata untuk disampaikan ke Pusat. Dalam dokumen Rencana Aksi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P) yang disusun dengan asistensi BNPB dan tim Kemen PUPR, semua pihak terlibat mulai dari Pusat, Provinsi, daerah, swasta, termasuk masyarakat terbuka untuk mengambil bagian dalam proses pemulihan pascabencana. Dan ini dibuktikan oleh salah satu tokoh masyarakat kita, Pak H.Mukaddas yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Huntap khusus di Desa Sepakat,” kata Indah usai menyerahkan Huntap Domus ke masyarakat.
Bupati perempuan pertama di Sulsel ini menegaskan, tidak ada yang boleh main-main dengan program penanggulangan bencana.
“Untuk itu integritas dan akuntabilitas adalah harga mati. Sehingga warga kita bisa melihat anggaran yang diperuntukkan untuk bangunan ini tidak ada satu rupiah pun lari kemana-mana. Itu komitmen kita. Saya pastikan sekali lagi tidak ada satu rupiah pun, apa yang menjadi hak warga tidak sampai kepada warga sebab tidak ada istilah uang tunai, semuanya cashless. Langsung masuk ke rekening, sekaligus kita dukung program pemerintah untuk digitalisasi keuangan,” terang Indah, akhir pekan lalu.
Ke depan, Indah mengatakan, Pemda juga akan memfasilitasi Prasarana, Sarana, dan Utilitas umumnya (PSU) di lokasi huntap tersebut termasuk dengan jaringan listrik dan air bersihnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, General Manager Tatalogam Group, Krisna Dewanti menerangkan, Huntap Type Cendrawasih dibangun sebanyak 300 unit untuk korban banjir bandang Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Rumah sudah selesai dibangun dalam jangka 4 bulan dan langsung diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Minggu (31/12).
“Kami memulai membangun Agustus lalu serentak di berbagai wilayah; Kota Masamba, Desa Raddha, Desa Baloli, Desa Sabbang, dan beberapa wilayah lain yang tersebar di beberapa kecamatan. Dana pembangunan Huntap ini berasal dari bantuan BNPB. Hari ini (31/12), DOMUS telah diserahterimakan ke Bupati Luwu Utara dan langsung disalurkan Bupati kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang masih tinggal di kontrakan dan rumah keluarga bisa segera menempati rumah bantuan masing-masing. Hal ini sesuai janji Ibu Bupati kepada masyarakat sebagai hadiah tahun baru,” terang Krisna. (RO/M-4)
I
SORAK-SORAI dan tari Paddupa menyambut mereka di perbatasan kota. Belasan kilometer, guru dan siswa berbaris, mengenakan pakaian batik PGRI.
DUA guru asal Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rasnal dan Abdul Muis, secara resmi aktif kembali sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya menggunakan hak prerogatifnya untuk memulihkan nama baik dan hak kepegawaian dua guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Dua guru asal Kabupaten Luwu Utara, Abdul Muis dan Rasnal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nasib guru daerah.
DUA guru dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Abdul Muis dan Rasnal, merasa lega dan terharu setelah menerima surat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto
Banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga kini masih terjadi. Ribuan hektare area perkebunan di daerah tersebut terancam mengalami gagal panen.
Luapan Sungai Batusitanduk menyebabkan banjir bandang di wilayah administrasi Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (3/10) pukul 16.30 WITA
Akibat banjir bandang di Masamba, Luwu Utara Juli lalu, 1.295 rumah warga rusak berat bahkan ada yang hilang terseret banjir.
Walau berada di zona oranye, Pemkab Luwu Utaara terus melakukan koordinasi bersama dengan Forkopimda untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan tetap dilakukan warga.
Gerak cepat Kementerian Sosial dalam menangani korban banjir bandang dan tanah longsor diapresiasi oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.
Kebutuhan pengungsi yang paling mendasar saat ini adalah makanan dan air bersih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved