Senin 03 Januari 2022, 14:09 WIB

Kabupaten Ende dan Ngada Sukses Berantas Malaria

Palce Amalo | Nusantara
Kabupaten Ende dan Ngada Sukses Berantas Malaria

MI/Palce Amalo.
Kasubdit Malaria Kemenkes dokter Desriana Elizabeth Ginting berbicara pada Pertemuan Monitoring dan Evaluasi III Konsorsium Malaria Sumba.

 

JUMLAH kabupaten yang berhasil mengeliminasi malaria di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah dua yakni Ende dan Ngada. Dengan demikian total kabupaten yang mengeliminasi malaria di daerah itu bertambah menjadi lima. Pada 2020 tercatat Kota Kupang, Kabupaten Manggarai, dan Manggarai Timur berhasil mengeliminasi malaria.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (PSPTVZ) Kementerian Kesehatan dokter Didik Budijanto mengatakan dua kabupaten tersebut telah memenuhi persyaratan eliminasi malaria. "Akan diusulkan untuk mendapat sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan," ujarnya, Senin (3/1).

Petugas melakukan rangkaian asesmen eliminasi malaria di Ende pada 16-30 November dan 16-29 November di Ngada. Itu dilanjutkan dengan sidang penilaian eliminasi malaria sebelum memutuskan dua kabupaten tersebut memenuhi syarat eliminasi malaria.

Namun, ada sejumlah rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti dalam rangka pemeliharaan eliminasi malaria di Ende. Rekomendasi itu antara lain meningkatkan pemetaan penduduk pada daerah endemis malaria untuk mengantisipasi kasus impor dan meningkatkan surveilans migrasi.

Hal yang sama juga berlaku di Ngada seperti membuat penyuluhan yang lebih diarahkan surveilans migrasi penduduk migran, aparat keamanan dan kelompok pelajar, serta mengatasi daerah reseptif. Untuk dua kabupaten tersebut, tambahnya, agar dibentuk tim pemeliharaan eliminasi yang melibatkan lintas sektor dengan peran masing-masing untuk mempertahankan daerah eliminasi.

Baca juga: Demam Berdarah kembali Mewabah di NTT

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT dokter Messe Ataupah menyebutkan sebanyak 64% kabupaten di NTT telah mencapai annual parasite incidence (API) kurang dari 1 per 1.000 penduduk. Namun masih terdapat 14% kabupaten dengan API lebih dari 5 per 1.000 penduduk.

Sedangkan kabupaten endemis tinggi malaria masih terkonsentrasi di Pulau Sumba yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat. "Pulau Sumba menyumbang 81% kaus malaria di NTT dan kasus malaria pada anak usia di bawah 15 tahun di Sumba sebesar 53%," ujarnya. (OL-14)

Baca Juga

HO

Habaib Dan Kiai Jatim Doakan Gus Muhaimin Presiden 2024

👤Widhoroso 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:57 WIB
PARA habaib dan kiai serta ribuan warga dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) mendoakan Muhaimin Iskandar sebagai Presiden...
DOK.MI

Tanah Longsor di Mamasa, 2 Tewas dan 6 Desa Terisolasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:55 WIB
BPBD bersama tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak guna menemukan kemungkinan adanya korban...
ANTARA

Sopir Angkot Palembang Resah Dengan Penerapan Aplikasi MyPertamina

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:24 WIB
MESKI belum diterapkan di Palembang, Sumatera Selatan, namun masyarakat mulai mempertanyakan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya