Minggu 02 Januari 2022, 11:05 WIB

Ekspor Pertanian Kalsel 2021 Capai Rp10,5 T, Naik 177% Dibanding 2020

Denny Susanto A | Nusantara
Ekspor Pertanian Kalsel 2021 Capai Rp10,5 T, Naik 177% Dibanding 2020

dok.ant
Petugas mengawasi truk kontainer saat pelepasan ekspor komoditas pertanian Kalbar di terminal peti kemas Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kali

 

PROVINSI Kalimantan Selatan mencatat total nilai ekspor komoditas pertanian yang menggembirakan sepanjang 2021 mencapai Rp10,5 triliun. Jumlah ini meningkat hingga hampir tiga kali lipat dibanding 2020 yang tercatat sebesar Rp3,8 triliun.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Nur Hartanto, Minggu (2/1) mengatakan,  nilai ekspor produk pertanian Kalsel pada 2020 lalu sebesar Rp3,8 triliun dan meningkat signifikan pada 2021 menjadi Rp10,5 triliun. "Nilai ekspor produk pertanian Kalsel meningkat 177 persen," ungkapnya.

Komoditas pertanian utama asal Kalsel yang diekspor meliputi produk-produk turunan kelapa sawit termasuk crude palm oil (CPO) dan palm kernel expeller (PKE), daun gelinggang dan karet. Kemampuan Kalsel dalam memproduksi produk pertanian yang berkualitas semakin diminati dunia internasional.

Tercatat ada tujuh negara tujuan ekspor Kalsel meliputi Tiongkok/China, Vietnam, Rusia, Arab Saudi, Jepang, Taiwan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, pada pelepasan ekspor produk pertanian Kalsel akhir tahun 2021 di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, mengatakan, para petani dan stakeholder patut diapresiasi dengan tercapainya lonjakan ekspor komoditas pertanian Kalsel tahun 2021.

"Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga meningkatkan daya saing serta kesejahteraan masyarakat, terlebih kondisi perekonomian Kalsel yang terdampak pandemi Covid-19," tuturnya.

Sahbirin kembali menegaskan target Kalsel sebagai daerah penyangga pangan nasional serta sebagai gerbang ibukota baru negara (IKN). Peningkatan sektor pertanian juga sejalan dengan tujuan pemerintah daerah untuk tidak lagi bergantung sektor pertambangan.

"Sudah semestinya kita bisa mengganti sumberdaya kita dengan sumberdaya yang tergantikan, tidak hanya terpaku dengan sektor pertambangan, kita bisa mengembangkan sumberdaya terbarukan seperti sektor pertanian, perkebunan dan peternakan," jelasnya.

Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 secara nasional diselenggarakan serentak di 34 provinsi terpusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada momen ini, Gubernur Kalsel melepas secara simbolis ekspor akhir tahun komoditas pertanian Kalsel dengan volume 13,3 ribu ton senilai Rp180,6 miliar. (OL-13)

Baca Juga: Kado Tahun Baru, 578 Keluarga di Kota Semarang Kebanjiran

 

Baca Juga

DOK MI

Puluhan Pengikut Khilafatul Muslimin Deklarasi Setia NKRI

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:25 WIB
WARGA Surabaya, Jawa Timur  yang pernah bergabung dengan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menggelar deklarasi Kebangsaan dan...
ANTARA

Stok Hewan Kurban di Sumsel Mencukupi

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:08 WIB
PEMPROV Sumatera Selatan memastikan stok hewan kurban baik sapi maupun kambing untuk Idul Adha mencukupi. Wabah penyakit mulut dan kuku...
dok.ist

Rapimnas APTI Dukung Pemimpin Pro Petani Tembakau Jadi Presiden

👤Haryanto 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:07 WIB
APTI menggelar rapat pimpinan Nasional di Semarang 27-28 Juni 2022. Satu diantara hasil Rapimnas, APTI menyatakan mendukung pemimpin pro...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya