Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menilai kebijakan Presiden Joko Widodo dalam penanganan pandemi sangat membantu pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah I Komang Adi Sujendra. pada seminar Indonesia Sehat dengan tema “Kolaborasi Kolektif Menuju Herd Immunity" di Universitas Tadulako.
“Strategi sudah diambil oleh pemerintah pusat yang sudah berjalan sedemikian rupa seperti pembentukan Satgas Covid-19 mulai dari nasional hingga kecamatan. Alhamdulillah kalau saya melihat hasil nyata daripada upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, kolaborasi antara pusat dan daerah juga provinsi, kabupaten dan kota sampai ke tingkat desa atau kelurahan mampu memberikan hasil yang sangat positif,” ujar Komang di Palu, Rabu (29/12).
Terkait vaksinasi, Komang menyebut arahan Presiden Jokowi sudah jelas yakni lakukan percepatan vaksinasi. Dia bersyukur sejak Juli hingga sekarang distribusi vaksin bagi Sulteng sudah sangat lancar. Hal itu dikarenakan Presiden Jokowi juga memperhatikan daerah di Luar Jawa untuk mendapat vaksin.
“Dosis pertama kita sudah bisa memenuhi arahan Pak Presiden,” singkat Komang.
Baca juga : Gubernur Banten belum akan Mencabut Laporan Terhadap Buruh
Komang mengatakan, pemerintah pusat mampu menjalankan semua lini untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19. Mulai dari kementerian hingga institusi Polri dan TNI serta beragam kelembagaan lainnya.
“Ini efektif. Karena begini lintas kelembagaan, lembaga kementerian juga terlibat semua, TNI, Polri mulai dari pusat sampai ke bawah. Dari mabes, polda, polres hingga polsek. Ada juga koramil, kodim hingga Babinsa. Dari Kemendagri, Kementerian keuangan, Kemensos, dan kolaborasi semua lintas kelembagaan,” ujar Komang.
Secara akumulatif, Komang sangat mengapresiasi kinerja yang sudah ditunjukkan pemerintahan Jokowi untuk mengatasi pandemi. Menurutnya, pemerintah bersama-sama dengan masyarakat harus bisa menjaga tren positif yang sudah terbangun ini.
“Tentu kalau kita melihat hasil yang sudah kita rasakan dan kita lihat, saya menilai baik pemerintah pusat yang kolaborasi dengan pemerintah-pemerintah daerah sudah berhasil mengatasi pandemi. Kita gencar lagi, jangan sampai ada gelombang tiga setelah libur Nataru ini,” tutup Komang. (RO/OL-7)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved