Selasa 07 Desember 2021, 19:25 WIB

Polda Jabar Ungkap Sindikat Pembuat Kartu Prakerja Fiktif

Naviandri | Nusantara
Polda Jabar Ungkap Sindikat Pembuat Kartu Prakerja Fiktif

DOK MI
Ilustrasi

 

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) membongkar praktik pembuatan kartu prakerja fiktif yanag merugikan negara miliaran rupiah. Lima orang telah ditangkap dan kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Tim Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar yang dipimpin Kompol Andry Agustiano menangkap BY yang merupakan pelaku utama, di Samarinda. Sedangkan empat lainnya yaitu AP, AE, RW dan WG ditangkap di Bandung.

"Kasus berawal dari banyaknya patroli siber yang melihat ada dugaan pemalsuan kartu prakerja yang jadi prioritas pemerintah di mana pemerintah memberikan prioritas anggaran fantastis sehingga kami  melakukan penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Bandung Selasa (7/12).

Tim Subdit 1 kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap empat orang di Bandung. Tim kemudian melakukan pengembangan dan  menangkap pelaku utama yang bertugas membobol data di BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan NIK yang digunakan registrasi kartu prakerja.

Arief menuturkan dalam perkara ini BY berperan signifikan. Dia mengambil data yang ada di website BPJS ketenagakerjaan yang nantinya NIK digunakan untuk mendaftar di kartu prakerja. Dia memastikan bila data NIK itu didapat dari BPJS Ketenagakerjaan bukan website Dukcapil.

"Data kependudukan ini didapatkan dari scrapping random dari BPJS Ketenagakerjaan bukan dari Dukcapil tapi dari website tersebut. Ini jadi penekanan dan hasil penyidikan maksimal," jelasnya.

Pengambilan data tersebut dilakukan BY dengan membuat script untuk  scrapping secara random data NIK dan KK yang didapat dari website BPJS Ketenagakerjaan. BY mendapatkan total data sebanyak 12.401.328 data dengan data NIK dan data foto yang berhasil diambil sebanyak 322.350. Data tersebut kemudian disimpan di penyedia VPS yang servernya berada di Amerika Serikat.

"Dari data tersebut, yang terverifikasi sistem sampai minta email sebanyak 50 ribu data. Kemudian sekitar 10 ribu akun yang bisa sampai tahapan mendapatkan OTP dari system," lanjutnya.

BY juga kemudian membuat script untuk membuat KTP palsu dan email palsu secara masif dan kemudian mendaftarkan secara otomatis di dashboard website prakerja. Data NIK, foto, dan KTP palsu yang sudah teregister sebagai akun prakerja itu kemudian dikirimkan ke AP. Tersangka AP kemudian menggunakan data itu untuk mengikuti rangkaian pelatihan bersama tiga tersangka lain hingga mendapatkan sertifikat lolos pelatihan.

"Uang dari kartu prakerja fiktif itu kemudian dimasukkan ke dalam e-wallet yang kemudian di transfer ke 11 rekening. Dari perbuatan terseeut, mereka mendapatkan keuntungan Rp2,5 miliar hingga Rp15,3 miliar," tambahnya. (OL-15)

Baca Juga

MI/Dok. Satpol PP Sumut

Sempat Gagal karena Mendapatkan Perlawanan, Diskotek di Deliserdang Akhirnya Ditutup

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:13 WIB
Pemprov Sumut memastikan tempat hiburan malam yang berada di wilayah perbatasan Deliserdang dengan Kota Binjai itu tidak mengantongi izin...
MI/Jamaah

Dua Pekan Satlantas Polres Kudus Sita 150-an Knalpot Bising

👤Jamaah 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:10 WIB
SATLANTAS Polres Kudus gencar melakukan penindakan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong yang menimbulkan suara...
MI/Lina Herlina

Pemprov Sulsel Bangga Angka Kemiskinan Turun 0,25%

👤Lina Herlina 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:01 WIB
Menurut Kepala BPS Sulsel Suntono, angka kemiskinan di Sulsel lebih baik dari angka kemiskinan secara nasional yang masih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya